Eksistensi.id.Samarinda: Pesta Rakyat Kaltim (PRK) yang dirangkai untuk memperingati ulang tahun ke-67 Kalimantan Timur telah resmi dibuka di Stadion Kadrie Oening, Samarinda.
Acara ini, yang menampilkan beragam pertunjukan seni dan produk lokal, menjadi ajang penting untuk mempromosikan capaian pemerintah dan produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kepada masyarakat.
Tema yang diusung, “Membangun Kaltim untuk Nusantara,” menjadi sorotan karena menggambarkan peran Kalimantan Timur sebagai calon Ibu Kota Nusantara.
Sebanyak 74 tenant, termasuk instansi pemerintah dan UMKM lokal, turut berpartisipasi dengan menampilkan beragam produk dan inovasi.
PJ Gubernur Kaltim, Akmal Malik, menegaskan pentingnya memanfaatkan PRK sebagai wadah untuk memperkenalkan capaian pemerintah kepada masyarakat.
Dia menggarisbawahi hak masyarakat untuk mengetahui upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah bagi kesejahteraan mereka.
“Pesta Rakyat ini adalah ajang bagi kita untuk menyampaikan apa yang sudah kita berikan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Tidak hanya sebagai media promosi capaian pemerintah, PRK 2024 juga menjadi platform vital bagi UMKM untuk mempromosikan produk-produk lokal mereka.
Akmal Malik berharap agar produk-produk UMKM Kaltim dapat dikenal lebih luas, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional.
Siti Sugiyanti, Kepala Biro Pemerintah dan Otonomi Daerah Sekretariat Daerah Kaltim, menjelaskan bahwa tema yang dipilih untuk PRK merupakan langkah strategis dalam menjadikan Kaltim sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.
“Dalam pesta rakyat ini, semua harus merasakan kebahagiaan. Kita juga berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata DKI Jakarta untuk menghadirkan tenant yang beragam,” jelasnya.
Ia berharap bahwa PRK tidak hanya menjadi acara lokal, melainkan juga membuka jalan bagi Kaltim untuk menjadi tuan rumah berbagai event pariwisata berskala nasional.
“Dalam konteks perubahan Ibu Kota, PRK diharapkan menjadi awal bagi berbagai event dan perkembangan pariwisata di Kaltim,” pungkasnya.
Penulis Frida l editor eka mandiri