InfoBenua Com.Samarinda: Fokus perhatian Badan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Timur saat ini terpusat pada renovasi Stadion Palaran Samarinda.
Langkah ini dilakukan untuk menjadikan stadion tersebut sebagai tempat latihan utama bagi klub sepak bola terkemuka di Samarinda, Borneo FC.
Keputusan ini memberikan kabar gembira bagi penggemar sepak bola di daerah tersebut, khususnya para pendukung setia Borneo FC, karena klub kebanggaan mereka akan kembali memiliki markas di Samarinda.
Stadion Palaran, yang telah vakum sejak 15 tahun lalu, merupakan ikon olahraga di Kalimantan Timur.
Stadion ini memiliki sejarah prestisius dalam menyelenggarakan berbagai turnamen olahraga, termasuk menjadi tuan rumah PON tahun 2008 dan menjadi tempat penting dalam ajang Liga Indonesia.
Meskipun pernah menjadi tuan rumah sejumlah acara olahraga bergengsi, Stadion Palaran terbengkalai selama bertahun-tahun. Meskipun telah ada beberapa rencana untuk mengalihfungsikan stadion tersebut, namun belum ada kejelasan terkait nasibnya.
Dengan kapasitas mencapai 60 ribu orang, Stadion Palaran dianggap lebih besar dibandingkan dengan Stadion Segiri Samarinda. Lokasinya yang strategis juga menjadi nilai tambah yang signifikan untuk menghidupkan kembali kompleks stadion ini.
Namun, sebelum menjadi markas resmi Borneo FC, stadion ini harus melalui serangkaian renovasi penting.
Renovasi tersebut mencakup pemasangan lampu minimal 1.200 watt, perbaikan pada beberapa bagian lapangan, pelestarian rumput, serta peningkatan sistem listrik dan pencahayaan.
Aji Muhammad Fitra Firnanda, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim, menyatakan bahwa pihaknya tengah merencanakan perbaikan Stadion Palaran agar dapat digunakan sebagai tempat latihan utama Borneo FC.
“Kami sedang menginventarisasi kerusakan lapangan bola Stadion Palaran untuk menentukan biaya perbaikan. Rencananya, realisasi renovasi ini dipastikan pada September 2024 sesuai dengan APBD Perubahan,” ungkapnya (9/1/2023).
Meskipun rencana ini sedang digulirkan, manajemen stadion dan pengelolaan lebih lanjut akan menjadi tanggung jawab dari Dinas Olahraga dan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKAD) yang memiliki aset.
“PUPR hanya bertugas memperbaiki infrastruktur lapangan,” pungkasnya.
Penulis Frida l editor eka mandiri