Eksistensi.id.Samarinda: Jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda meminta kepada pemerintah daerah melalui dinas terkaitnya agar mengambil tindakan serius dalam menangani krisis air bersih yang terjadi di Kota Samarinda.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Abdul Rohim, mengatakan dari data yang ia dapatkan, kekurangan air bersih sering terjadi karena beberapa permasalahan yaitu internal PDAM yang perlu dievaluasi, gangguan pelayanan yang sering kali terjadi, dan penghentian pasokan air bersih dengan alasan perbaikan infrastruktur.
“Air adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi, karena itu saya mendukung tindakan warga dan menilai kebutuhan air bersih sebagai hak dasar yang harus dijamin oleh pemerintah,” Kata Abdul Rohim.
Maka dari itu, ia menekankan untuk dilakukan penanganan serius terhadap masalah ini oleh Pemerintah Kota Samarinda. Karena masalah ketersediaan air bersih sudah berlangsung terlalu lama dan muncul secara berulang.
“Masalah ini harus diidentifikasi penyebab utamanya, kemudian mencari solusi baik jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang,” Ungkapnya.
Harapannya, Koordinasi yang lebih baik antara PDAM dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar permasalahan dapat diatasi dengan cepat dan tidak merugikan masyarakat.
Penulis Faradiba | Editor Eka Mandiri