Eksistensi.id, Samarinda – Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Baba, kembali menyoroti persoalan klasik yang belum tuntas di Balikpapan, krisis air bersih.
Ia menyarankan pemanfaatan Sungai Mahakam, khususnya dari kawasan Loa Janan, sebagai sumber air baku utama yang bisa dialirkan langsung ke Balikpapan melalui jalur Tol Balikpapan–Samarinda.
“Kalau pemerintah serius, jarak 80-an kilometer itu bukan masalah besar. Air di Mahakam, terutama Loa Janan, kualitasnya masih bagus dan belum tercemar,” ujarnya, Sabtu (21/6/25).
Menurut Baba, ketergantungan Balikpapan terhadap air tadah hujan merupakan kelemahan sistemik yang harus segera diakhiri. Dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan industri, kapasitas sumber air lokal dinilai sudah tak memadai.
“Kita tak bisa andalkan hujan terus. Ini kota industri dan penyangga IKN. Butuh solusi jangka panjang, bukan tambal sulam,” katanya.
Ia mengungkapkan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum sebenarnya pernah melakukan kajian awal terkait pengaliran air dari Mahakam menggunakan trase jalan tol. Namun, hingga kini, belum ada kejelasan kelanjutan dari rencana tersebut.
“Studi awal sudah ada. Sekarang tinggal bagaimana didorong ke tahap eksekusi. Jangan sampai hanya berhenti di atas kertas,” imbuh.
Selain Mahakam, opsi pengambilan air baku dari wilayah Sepaku juga sempat dibahas. Namun, Baba menyayangkan belum adanya langkah konkret yang diambil pemerintah untuk merealisasikan skema tersebut.
“Alternatif dari Sepaku juga masih belum jelas. Dua opsi ini perlu dikejar paralel, jangan jadi wacana abadi,” ucapnya.
Ia menegaskan, proyek pengadaan air lintas wilayah harus menjadi agenda prioritas, mengingat pentingnya air bersih dalam menjaga ketahanan kota, terlebih dalam konteks Balikpapan sebagai pintu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara.
Baba juga mendorong agar pembiayaan proyek tidak sepenuhnya bergantung pada dana pusat. Menurutnya, jika daerah ingin mandiri dalam pengelolaan air bersih, maka anggaran daerah pun harus dilibatkan secara aktif.
“Daerah harus berani ikut investasi. Jangan serahkan semua ke pusat. Ini kepentingan bersama,” tuturnya.
Dengan tekanan sumber daya air lokal yang kian nyata, Baba berharap percepatan pengembangan sumber air baku dari Mahakam atau Sepaku bisa segera direalisasikan demi menjamin keberlanjutan suplai air untuk warga Balikpapan.(ADV DPRD KALTIM)
Penulis : Nurfa | Editor: Redaksi