Sunday, March 22, 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
eksistensi.id
Advertisement Banner
  • Advertorial
    • Dispora Kaltim
    • Diskominfo Kaltim
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora KUKAR
    • PEMPROV KALTIM
    • Diskominfo Samarinda
  • Politik
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Samarinda
    • DPRD Balikpapan
    • KPU Kaltim
    • Kpu Samarinda
  • Kalimantan Timur
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Kutai Kartanegara
    • Bontang
  • Nasional
  • Ragam
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Seni Budaya
Eksistensi.id
  • Advertorial
    • Dispora Kaltim
    • Diskominfo Kaltim
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora KUKAR
    • PEMPROV KALTIM
    • Diskominfo Samarinda
  • Politik
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Samarinda
    • DPRD Balikpapan
    • KPU Kaltim
    • Kpu Samarinda
  • Kalimantan Timur
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Kutai Kartanegara
    • Bontang
  • Nasional
  • Ragam
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
eksistensi.id
No Result
View All Result
  • Advertorial
  • Politik
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Ragam
Home Advertorial

Maratua Terancam Abrasi dan Ketimpangan Pembangunan, DPRD Kaltim Desak Pemerintah Tak Pandang Sebelah Mata Wilayah Perbatasan

Dita_Redaksi by Dita_Redaksi
20 July 2025
0 0
Maratua Terancam Abrasi dan Ketimpangan Pembangunan, DPRD Kaltim Desak Pemerintah Tak Pandang Sebelah Mata Wilayah Perbatasan
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Eksistensi.id. Samarinda – Pulau Maratua, permata wisata di ujung timur Kalimantan Timur (Kaltim), kembali menjadi sorotan setelah Anggota DPRD Kaltim, Syarifatul Syadiah, mengungkap potret ketimpangan pembangunan yang masih dialami masyarakat setempat. Di balik keindahan alamnya, Maratua masih dihantui oleh abrasi dan minimnya infrastruktur dasar.

Menurut Syarifatul, kawasan perbatasan seperti Maratua seharusnya tidak hanya dilihat sebagai ikon pariwisata, tetapi juga sebagai beranda terdepan NKRI yang memerlukan pemerataan pembangunan dan perlindungan lingkungan.

“Maratua punya posisi strategis, tapi kondisi pesisirnya semakin rusak oleh abrasi. Kalau ini terus dibiarkan, bukan cuma wisata yang terancam, tapi pemukiman warga juga,” ujarnya, Minggu (20/7/25).

Bukan hanya Teluk Harapan, kata dia, kerusakan serupa juga mulai terlihat di Kampung Payung-Payung dan kampung lain di sekitarnya.

Ia mendorong agar penanganan abrasi tidak lagi bersifat parsial, tetapi menyeluruh dan berbasis pemetaan titik rawan yang komprehensif.

Meski kewenangan utama berada di tangan Pemerintah Provinsi, Syarifatul mengingatkan bahwa Pemerintah Kabupaten Berau tidak boleh lepas tanggung jawab. Ia meminta DPUPR Berau aktif merespon isu tersebut dalam Musrenbang dan RKPD tahunan.

“Ini tanggung jawab lintas kewenangan. Kabupaten dan provinsi harus kolaboratif. Jangan saling lempar tugas ketika warga mulai terdampak,” tegasnya.

Selain persoalan abrasi, Syarifatul juga menyoroti buruknya akses jalan di beberapa titik, terutama di Teluk Harapan. Jalan utama di kampung itu hanya memiliki cor beton sepanjang 10 meter, kondisi yang sudah lama dikeluhkan masyarakat.

“Mobil saja susah masuk, padahal ini kawasan wisata. Banyak pemancing luar daerah datang ke sini, tapi akses jalan malah tak mendukung,” keluhnya.

Menurutnya, pemerintah tak bisa hanya fokus membangun satu-dua kampung demi pencitraan pariwisata, sementara kampung lain dibiarkan terisolasi.

Syarifatul pun mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan seperti Maratua bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi juga simbol kehadiran negara di daerah pinggiran.

“Kalau pemerintah serius dengan slogan membangun dari pinggiran, maka Maratua harus masuk daftar prioritas. Jangan tunggu rusak baru ditangani,” pungkasnya.(ADV)

Previous Post

Jalur Alternatif Tenggarong–Samarinda Dinilai Berpotensi Jadi Kawasan Ekonomi Baru, DPRD Minta Pemerintah Tak Lamban Menyambut Inisiatif Warga

Next Post

Subandi Desak Reformasi Tata Kelola Proyek: “Terowongan Samarinda Jangan Jadi Warisan Bahaya”

Next Post
Subandi Desak Reformasi Tata Kelola Proyek: “Terowongan Samarinda Jangan Jadi Warisan Bahaya”

Subandi Desak Reformasi Tata Kelola Proyek: “Terowongan Samarinda Jangan Jadi Warisan Bahaya”

Gagalnya Pendampingan Jadi Akar Masalah TBC di Kaltim, DPRD Minta Libatkan Keluarga dan Komunitas

Gagalnya Pendampingan Jadi Akar Masalah TBC di Kaltim, DPRD Minta Libatkan Keluarga dan Komunitas

Program Bansos dan Hibah Tak Masuk APBD-P 2025, DPRD Minta Masyarakat Pahami Proses Penganggaran

Program Bansos dan Hibah Tak Masuk APBD-P 2025, DPRD Minta Masyarakat Pahami Proses Penganggaran

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


PT. Zahra Rezki Media
Jl Emboen Suryana Perum lestari Indah l no 65
Sambutan, Samarinda, Kalimantan Timur

Statistik Pengunjung

170715
Users Today : 393
Users Yesterday : 660
Views Today : 892
Total views : 474382
Who's Online : 3
Your IP Address : 216.73.216.143

Recent News

Gubernur Rudy Buka Suara, Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Dipastikan Sudah Dikembalikan

Gubernur Rudy Buka Suara, Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Dipastikan Sudah Dikembalikan

21 March 2026
Wawali Samarinda Menyertai Buka Puasa Bersama Warga Buton di Musala Ibnu Sina Batu Besaung

Wawali Samarinda Menyertai Buka Puasa Bersama Warga Buton di Musala Ibnu Sina Batu Besaung

15 March 2026
No Result
View All Result
  • Advertorial
    • Dispora Kaltim
    • Diskominfo Kaltim
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora KUKAR
    • PEMPROV KALTIM
    • Diskominfo Samarinda
  • Politik
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Samarinda
    • DPRD Balikpapan
    • KPU Kaltim
    • Kpu Samarinda
  • Kalimantan Timur
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Kutai Kartanegara
    • Bontang
  • Nasional
  • Ragam
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Seni Budaya

© 2024 Eksistensi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In