Foto Kepala Desa Liang Ulu, Mulyadi
Eksistensi.id. Kukar – Desa Liang Ulu, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi salah satu desa yang berhasil menghadirkan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) bagi warganya.
Layanan ini memberi ruang bagi masyarakat untuk menyelesaikan masalah hukum tanpa harus menempuh jalur pengadilan.
Kepala Desa Liang Ulu, Mulyadi, mengatakan keberadaan Posbakum di desanya bahkan berhasil lolos seleksi Program Pacemaker Kemenkumham dan kini menunggu hasil penilaian sepuluh besar nasional.
“Alhamdulillah, kami juga berhasil lolos seleksi Program Pacemaker Kemenkumham. Tinggal menunggu kabar apakah bisa masuk sepuluh besar terbaik di tingkat nasional,” ujarnya, Senin (11/8/2025).
Posbakum Liang Ulu telah beroperasi sejak 2024 dan berpusat di Dusun Satu. Warga yang memiliki sengketa atau permasalahan hukum cukup datang ke balai desa, lalu persoalan tersebut dibicarakan secara terbuka melalui musyawarah.
“Kalau ada sengketa, langsung kita musyawarahkan. Semua dijalankan terbuka dan tanpa biaya,” jelas Mulyadi.
Gagasan pembentukan Posbakum muncul dari pengalaman desa pada 2023 saat berhasil menengahi persoalan keramba warga yang ditabrak ponton batu bara.
Penyelesaiannya dilakukan dengan musyawarah di tingkat desa, yang kemudian menginspirasi pembentukan ruang penyelesaian hukum berbasis mufakat.
“Waktu itu kasusnya kami tuntaskan dengan musyawarah di desa. Dari situ kami sadar perlunya tempat penyelesaian hukum yang berbasis musyawarah,” ucapnya.
Mulyadi menyebut ide pembentukan Posbakum sebenarnya sudah ada sejak 2014. Namun, keterbatasan tenaga dan waktu membuatnya baru terealisasi beberapa tahun kemudian.
“Sebenarnya ide ini sudah muncul sejak 2014, tapi baru bisa jalan sekarang karena dulu kami masih kekurangan tenaga dan waktu,” terangnya.
Program ini juga mendapatkan dukungan dari Kantor Wilayah Kemenkumham Kalimantan Timur. Dukungan ini memperkuat harapan agar Posbakum Liang Ulu dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kukar maupun daerah lain.
“Kami ingin program ini satu arah, punya visi misi yang sama. Harapan saya, ke depan ada anggaran khusus dan forum tukar pengalaman antar desa,” pungkasnya.