Foto Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri
Eksistensi.id.Kukar – Isu peredaran beras oplosan kembali mengemuka di Kalimantan Timur (Kaltim). Dugaan mencuat bahwa beras tersebut merupakan campuran antara kualitas standar dengan kualitas rendah, namun dijual dengan harga setara beras premium.
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, mengungkapkan pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan tersebut. Menurutnya, fenomena ini tidak boleh dibiarkan karena dapat merugikan masyarakat.
“Meski begitu, kami mengimbau seluruh masyarakat untuk memperhatikan informasi ini,” ujar Aulia, Selasa (12/8/2025).
Aulia menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar akan menindak tegas jika ditemukan bukti peredaran beras oplosan di wilayahnya. Ia memastikan pihaknya akan berpartisipasi aktif dalam upaya penyitaan barang bukti, sekaligus mengawasi distribusinya.
“Kami tidak akan tinggal diam. Beras oplosan jelas merugikan konsumen, dan kami akan melakukan tindakan sesuai kewenangan,” tegasnya.
Untuk mencegah penyebaran yang lebih luas, Aulia menjelaskan bahwa langkah penanganan akan dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama perangkat daerah terkait. Koordinasi lintas instansi akan menjadi prioritas agar upaya pemberantasan berjalan efektif.
“Satpol PP dan perangkat daerah akan turun langsung. Kami ingin memastikan beras oplosan ini tidak beredar lagi di Kukar,” jelasnya.
Aulia juga mengingatkan masyarakat agar lebih cermat saat membeli beras, terutama dalam memperhatikan kualitas fisik dan harga yang ditawarkan. Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat membantu pemerintah dalam menindak pelanggaran tersebut.
“Kami berkomitmen penuh untuk melaksanakannya demi melindungi masyarakat,” tutupnya.