Eksistensi.id KUTAI KARTANEGARA – Dukungan Pemkab Kukar terhadap akses pembiayaan inklusif kembali ditegaskan. Senin (4/8/2025), Bupati Aulia Rahman Basri meresmikan Ruang Layanan Prioritas Bankaltimtara Cabang Tenggarong, yang sekaligus menjadi momentum perluasan program Kredit Kukar Idaman (KKI).
Dalam sambutannya, Aulia menekankan bahwa KKI merupakan instrumen penting melawan praktik pinjaman ilegal yang kerap menjerat masyarakat. Kini, plafon kredit yang sebelumnya maksimal Rp150 juta resmi ditingkatkan hingga Rp500 juta.
“Konsep besar dari KKI ini adalah kredit melawan rentenir. Jadi, kami perluas plafonnya agar lebih banyak pelaku usaha terbantu,” tegas Aulia.
Program KKI sendiri telah dirasakan manfaatnya oleh lebih dari 1.700 debitur dengan total pembiayaan mencapai Rp36 miliar. Tingkat gagal bayar juga tercatat sangat rendah, yakni di bawah 3 persen. Menurut Aulia, catatan ini menunjukkan KKI tidak hanya diminati, tetapi juga sehat secara sistemik.
Mekanisme pembiayaan KKI dirancang mengikuti pola usaha masyarakat. Petani, peternak, hingga nelayan bisa mengajukan kredit di awal kegiatan produksi, sementara jadwal pelunasan disesuaikan dengan masa panen atau saat hasil usaha diperoleh.
“Kalau panen baru bisa di bulan ketiga, maka cicilan dilakukan setelah itu. Skemanya kami sesuaikan dengan realitas lapangan,” jelasnya.
Peresmian Ruang Layanan Prioritas ini juga menjadi bagian dari transformasi layanan perbankan di Kukar. Kehadirannya diharapkan mendekatkan akses keuangan formal bagi pelaku UMKM dan masyarakat produktif lainnya.
Sinergi antara Pemkab Kukar, Bankaltimtara, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) disebut Aulia sebagai kunci penguatan sistem kredit daerah yang inklusif.
Ia menegaskan, peningkatan plafon kredit diharapkan memberi daya dorong lebih besar bagi sektor pertanian, perikanan, dan UMKM. Selain itu, edukasi keuangan akan terus diperkuat agar masyarakat makin percaya pada lembaga resmi dan terhindar dari jeratan pinjaman ilegal.
“Kredit ini hadir untuk melindungi masyarakat. Plafonnya kami naikkan, tetapi prinsip kehati-hatian tetap jadi pegangan utama,” pungkas Aulia.(adv)