Eksistensi.id KUTAI KARTANEGARA – Fenomena pergeseran tanah di Desa Kota Bangun Ulu, Kutai Kartanegara, Selasa (5/8/2025), membuat warga RT 12, 14, dan 15 waswas. Sejumlah rumah panggung di tepi sungai tampak miring, jalan retak, hingga pekarangan warga ikut terbelah.
Plt Camat Kota Bangun, Abdul Karim, bergerak cepat. Didampingi perangkat desa dan pengurus RT, ia langsung meninjau lokasi untuk memastikan kondisi lapangan dan melakukan asesmen awal.
“Situasi ini cukup memprihatinkan. Ada rumah yang posisinya tidak stabil, dan sangat berisiko bagi keselamatan jika tidak segera ditangani,” tegas Karim di sela kunjungan.
Ia meminta warga meningkatkan kewaspadaan, terutama menghadapi kemungkinan longsor susulan atau runtuhnya bangunan. Aktivitas berat di sekitar area terdampak pun diinstruksikan untuk dihentikan sementara waktu.
Langkah awal yang sudah dilakukan pemerintah kecamatan bersama desa meliputi pemasangan tanda peringatan di sekitar retakan serta pendataan rumah yang berpotensi direlokasi.
Karim menegaskan, laporan resmi akan segera disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Kukar serta instansi teknis, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kajian geologi menjadi penting untuk menentukan strategi penanganan, baik jangka pendek maupun perencanaan infrastruktur tahan bencana.
“Kami akan dorong agar ada tindakan cepat, bukan hanya dalam bentuk tanggap darurat, tapi juga langkah permanen menghadapi kondisi tanah yang labil,” jelasnya.
Selain faktor geologi, pergeseran tanah diduga diperparah oleh beban bangunan dan pengaruh perubahan musim. Tanah yang mulai mengendur usai kemarau panjang mempercepat terjadinya pergeseran.
Karim juga mengingatkan pentingnya kolaborasi semua pihak. Pemerintah desa, RT, hingga warga diminta aktif melakukan pemantauan.
“Kalau ada gejala awal seperti retakan tanah, segera laporkan. Lebih cepat ditangani, lebih kecil risikonya,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah kecamatan siap mendampingi warga terdampak, baik dalam bentuk bantuan sosial maupun relokasi sementara jika memang diperlukan.
“Keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama kami,” tutup Karim.(adv)