Eksistensi.id, Samarinda – Sekretaris Komisi I DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin, menegaskan agar langkah efisiensi anggaran yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim tidak sampai mengurangi kualitas pelaksanaan tugas anggota dewan.
Menurutnya, dari sekitar 400 usulan kegiatan yang diajukan, hanya 375 yang dapat diakomodasi oleh Pemprov. Karena itu, ia meminta agar tidak ada lagi pemangkasan yang berlebihan.
“Bila banyak usulan yang akhirnya dipangkas, berarti ada penyesuaian yang harus dilakukan,” ujar Salehuddin.
Ia menekankan, keterbatasan anggaran tidak boleh menghambat fungsi dewan, terutama kegiatan reses yang menjadi sarana utama penyerapan aspirasi masyarakat. Salehuddin mengingatkan, perjalanan dinas dan pertemuan reses harus tetap dijalankan secara maksimal.
“Kami harus menjalankan tugas dan fungsi dewan. Jangan sampai kita sibuk membahas anggaran, tapi justru anggaran untuk kegiatan dewan yang terpangkas,” tegasnya.
Politisi Partai Golkar tersebut juga menyoroti dampak inflasi yang kini dirasakan masyarakat maupun anggota dewan. Kenaikan harga bahan pokok seperti beras dan minyak, menurutnya, berpengaruh langsung terhadap kondisi rumah tangga.
“Inflasi ini nyata. Jadi selain membahas anggaran dalam skala besar, kesejahteraan rumah tangga anggota dewan juga jangan sampai terabaikan,” ucapnya.
Melalui pernyataannya, Salehuddin menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara efisiensi anggaran Pemprov Kaltim dengan kebutuhan riil DPRD.
Ia berharap pimpinan dewan dapat memperhitungkan kesejahteraan internal sekaligus memastikan fungsi legislasi berjalan optimal.
“Keputusan penganggaran sebaiknya tidak hanya didasarkan pada kepentingan politik dan birokrasi, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan anggota dewan,” tandasnya.(ADV)