Infobenua.id.Kukar – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bekotok di Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), kini berada dalam kondisi kritis. TPA yang telah beroperasi sejak 34 tahun lalu diperkirakan hanya bisa menampung sampah untuk satu tahun ke depan.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Irawan, menyebut keterbatasan daya tampung TPA Bekotok sudah pada tahap mengkhawatirkan.
“TPA Bekotok sudah berusia 34 tahun. Saat ini kondisinya sangat terbatas. Kapasitasnya diperkirakan hanya cukup untuk satu tahun lagi,” jelas Irawan pada Jumat (29/8/2025).
Menurutnya, setiap hari TPA Bekotok menampung sekitar 70 hingga 85 ton sampah. Mayoritas sampah berasal dari wilayah Tenggarong, Loa Kulu, dan sebagian Tenggarong Seberang. Lonjakan timbulan sampah membuat kapasitas TPA semakin terbebani.
“Rata-rata 70 sampai 85 ton per hari masuk ke Bekotok. Itu terus menumpuk tanpa henti,” katanya.
Ia menuturkan, kondisi ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah untuk segera menyiapkan solusi jangka panjang. Jika tidak, dalam waktu dekat Kukar bisa menghadapi darurat sampah.
Meski pembangunan TPA baru telah direncanakan, proses persiapan dan kajian membutuhkan waktu cukup panjang. Hal ini membuat TPA Bekotok harus tetap beroperasi dengan kapasitas yang hampir penuh.
Irawan menambahkan, persoalan ini menjadi tantangan besar karena sebagian besar wilayah Kukar masih bergantung pada Bekotok sebagai lokasi pembuangan.
“Tidak mungkin kita hanya mengandalkan satu TPA saja. Kukar ini luas, dan jarak antar kecamatan sangat jauh,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kapasitas TPA Bekotok yang kian menipis harus menjadi perhatian bersama.
“Kalau tidak ada langkah serius, dalam setahun ke depan Bekotok sudah tidak bisa lagi menampung sampah,” pungkas Irawan.(adv Diskominfo Kukar)