Eksistensi.id, Samarinda – Ketua Fraksi PKS DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) yang juga Anggota Komisi II, Firnadi Ikhsan, menekankan pentingnya strategi daerah dalam menghadapi tekanan fiskal nasional.
Ia menilai, berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat tidak boleh membuat daerah bergantung, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat kemandirian keuangan daerah.
“Kaltim menghadapi tantangan fiskal yang tidak ringan. Banyak pihak khawatir dengan berkurangnya transfer pusat, tapi kita punya kekayaan sumber daya alam yang besar. Jika dikelola optimal, kita bisa menutup kekurangan itu melalui peningkatan PAD,” ujar Firnadi.
Optimisme tersebut juga diperkuat dengan masuknya investor baru. Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 23 investor yang telah menanamkan modalnya di Kaltim.
Investasi itu tersebar di sektor energi, perkebunan, hingga industri pengolahan. Kehadiran mereka diharapkan menjadi sumber pertumbuhan PAD melalui pajak dan retribusi daerah.
“Hari ini Kaltim sudah bisa menopang setengah dari APBD dengan PAD. Dari Rp20 triliun total anggaran, sekitar Rp10 triliun berasal dari kemampuan kita sendiri. Ke depan harus lebih meningkat, agar ketergantungan terhadap pusat semakin berkurang,” jelas Seno.
Namun demikian, Firnadi mengingatkan bahwa masuknya investor hanyalah salah satu faktor.
Menurutnya, keberhasilan peningkatan PAD juga bergantung pada sinergi lintas sektor serta komitmen dalam menjaga investasi tetap sehat, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Investasi jangan hanya dilihat dari sisi modal masuk. Yang lebih penting adalah dampaknya: membuka lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Itu yang harus kita kawal bersama,” tandasnya.(ADV)