Eksistensi.id, Samarinda – Momentum peringatan Hari Kartini menjadi kesempatan bagi Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, untuk mendorong perempuan agar lebih aktif terlibat dalam dunia politik dan berani menyuarakan isu kesetaraan gender serta perlindungan perempuan.
Celni menilai keterlibatan perempuan dalam ruang pengambilan kebijakan sangat penting untuk mendorong perubahan yang lebih inklusif di berbagai sektor.
“Perempuan harus berani masuk ke dunia politik, bersikap kritis, dan mampu memperjuangkan kesetaraan gender, pendidikan, serta kesehatan,” ujarnya.
Celni juga menyoroti masih tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan yang tidak dilaporkan. Ia menyebut rasa takut dan kekhawatiran terhadap stigma sosial menjadi penghalang utama bagi korban untuk berani melapor.
“Banyak korban merasa malu dan takut dibully, sehingga tidak berani melapor. Ini menjadi perhatian serius,” katanya.
Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencatat kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia masih terjadi setiap tahun, dengan sebagian besar korban memilih untuk diam dan tidak melaporkan kejadian yang dialami.
Selain mendorong partisipasi politik, Celni juga mengajak para orang tua untuk meningkatkan pengawasan dan edukasi kepada anak sejak dini sebagai langkah pencegahan kekerasan. Ia menekankan pentingnya pengenalan anggota tubuh, pemahaman batasan diri, serta kewaspadaan terhadap orang asing sebagai bekal perlindungan diri bagi anak.
“Kita berharap melalui peringatan Hari Kartini, kesadaran masyarakat terhadap perlindungan perempuan dan anak semakin meningkat, serta partisipasi perempuan dalam pembangunan terus bertambah,” pungkasnya.(adv/NFD)







Users Today : 466
Users Yesterday : 616
Views Today : 659
Total views : 508619
Who's Online : 1
