Eksistensi.Id, Samarinda – Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sambutan masih terus dimatangkan DPRD Kota Samarinda bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Pembahasan difokuskan pada penyusunan skema pembangunan yang dinilai sesuai dengan kondisi kemampuan anggaran daerah saat ini.
Wakil Ketua DPRD Samarinda, Celni Pita Sari, mengatakan proyek pengolahan sampah menjadi energi tersebut membutuhkan perencanaan yang matang agar pelaksanaannya tetap realistis di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.
Menurutnya, DPRD bersama DLH masih akan melakukan pembahasan lanjutan untuk menentukan pola pembangunan yang paling memungkinkan diterapkan, termasuk opsi pengerjaan secara bertahap.
“Kami masih membahas formulasi terbaik bersama DLH supaya pelaksanaannya bisa menyesuaikan kondisi fiskal daerah,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Ia menilai persoalan sampah di Samarinda membutuhkan penanganan jangka panjang karena volume sampah terus meningkat setiap tahun, sementara kapasitas TPA yang tersedia semakin terbatas.
Karena itu, pemerintah daerah mulai mendorong penerapan teknologi pengolahan sampah yang lebih modern sebagai salah satu alternatif solusi pengelolaan lingkungan perkotaan.
“Ke depan pengelolaan sampah memang harus dipikirkan lebih modern dan berkelanjutan agar tidak terus membebani kapasitas tempat pembuangan akhir,” katanya.
Selain fokus pada pembangunan PLTSa, DPRD juga menyoroti pentingnya penguatan pengelolaan sampah dari tingkat masyarakat. Celni menilai edukasi terkait pemilahan sampah rumah tangga dan pengurangan penggunaan plastik masih perlu ditingkatkan.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga kesadaran masyarakat dalam mengurangi dan memilah sampah sejak dari sumbernya.
“Kesadaran masyarakat terkait pemilahan sampah masih perlu diperkuat supaya pengelolaan sampah lebih efektif,” ujarnya.
DPRD juga menilai sektor persampahan masih menghadapi tantangan dari sisi sumber daya manusia, terutama tenaga operasional yang bekerja langsung di lapangan.
“Persoalan SDM juga menjadi perhatian karena sektor persampahan memiliki tantangan kerja yang cukup berat,” tambahnya.
Melalui kajian tersebut, DPRD Samarinda berharap pembangunan PLTSa di TPA Sambutan nantinya tidak hanya menjadi solusi penanganan sampah jangka pendek, tetapi juga mendukung terciptanya sistem lingkungan perkotaan yang lebih berkelanjutan di masa mendatang.(adv/NFD)






Users Today : 561
Users Yesterday : 314
Views Today : 776
Total views : 529425
Who's Online : 4
