Eksistensi.Id, KUTIM – Tingkat kunjungan masyarakat ke Posyandu di Kecamatan Sangatta Utara masih belum memenuhi target sasaran. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah kecamatan karena Posyandu memiliki peran dalam memantau tumbuh kembang dan kondisi gizi anak.
Camat Sangatta Utara, Hasdiah Dohi, mengatakan persoalan tersebut bukan disebabkan pelayanan Posyandu yang tidak berjalan. Menurutnya, kegiatan pelayanan tetap berlangsung, namun partisipasi masyarakat yang datang masih menjadi kendala.
“Sejauh ini posyandu kita berjalan dengan baik, cuma kunjungan dari masyarakat yang agak kurang. Kita tidak mencapai target sasaran,” kata Hasdiah, Sabtu (19/9/26).
Salah satu faktor yang dinilai turut memengaruhi kondisi tersebut adalah karakteristik masyarakat di Sangatta Utara yang banyak bekerja. Jam kerja orang tua dapat berbenturan dengan waktu pelayanan Posyandu sehingga mereka kesulitan membawa anak untuk mendapatkan pemantauan.
Di sisi lain, masyarakat juga memiliki pilihan fasilitas kesehatan lain. Sangatta Utara memiliki sejumlah klinik dan rumah sakit swasta yang menyediakan waktu pelayanan lebih fleksibel dibandingkan jadwal Posyandu.
Layanan pada fasilitas kesehatan swasta yang tersedia hingga sore maupun malam hari menjadi alternatif bagi warga yang tidak sempat datang pada jam pelayanan Posyandu.
“Karena swasta melayani malam, bisa sore atau malam hari,” ujarnya.
Hasdiah menyebut kondisi kunjungan sasaran di Sangatta Utara tergolong rendah jika dibandingkan dengan wilayah lain di Kabupaten Kutai Timur. Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pemerintah kecamatan dalam mendorong masyarakat memanfaatkan pelayanan Posyandu.
Kunjungan secara rutin diperlukan untuk memastikan kondisi anak dapat terus dipantau, terutama berkaitan dengan pertumbuhan dan status gizi. Pemantauan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendeteksi anak yang berpotensi mengalami persoalan pertumbuhan.
Upaya tersebut berkaitan dengan penanganan anak berisiko stunting di Sangatta Utara. Selain mengandalkan pelayanan Posyandu, pemerintah kecamatan menjalankan Rumah Rehabilitasi Gizi (RRG) bagi anak yang membutuhkan intervensi gizi lebih intensif.
“Pemerintah kecamatan terus mendorong agar pelayanan yang sudah tersedia dapat diikuti masyarakat sesuai kebutuhan, sehingga pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang anak tidak terlewat,” tandasnya.(adv/Kutim/Nurfa)










Users Today : 153
Users Yesterday : 161
Views Today : 319
Total views : 624752
Who's Online : 2
