Eksistensi.Id, KUTIM – Aktivitas pertanian dan peternakan masih menjadi bagian dari produksi masyarakat Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara. Beragam komoditas dikembangkan warga, mulai dari tanaman hortikultura hingga peternakan ayam petelur.
Kepala Desa Swarga Bara, Wahyudi Usman, mengatakan kegiatan produksi masyarakat tetap berjalan dengan berbagai komoditas yang disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan warga.
Menurutnya, sektor hortikultura menjadi salah satu aktivitas yang terus dijalankan masyarakat. Beberapa komoditas yang dihasilkan di antaranya jagung dan cabai.
“Kalau pertanian, kita tetap konsisten dengan produksi masyarakat. Ada hortikultura, jagung, cabai dan lain-lain,” ujar Wahyudi, Selasa (29/9/26).
Selain tanaman pangan dan hortikultura, masyarakat juga menjalankan usaha peternakan, termasuk ayam petelur. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari produksi yang terus dikembangkan warga di tingkat desa.
Wahyudi menyebut hasil produksi masyarakat kemudian dipasarkan sesuai kondisi pasokan. Ketika jumlah produksi tersedia, warga dapat menjualnya kepada masyarakat sekitar melalui informasi dari mulut ke mulut.
“Kadang kita jual di bawah harga pasar. Kalau ada barang, kita sampaikan dari mulut ke mulut karena memang tidak setiap hari produksinya banyak,” katanya.
Ia menilai pola pemasaran tersebut menyesuaikan dengan skala produksi masyarakat yang belum selalu tersedia dalam jumlah besar setiap hari.
Kondisi harga juga menjadi bagian dari dinamika yang dihadapi peternak. Wahyudi menyebut terdapat perubahan harga pada komoditas yang dihasilkan peternak ayam petelur, dari sekitar Rp1.500 menjadi Rp2.500.
“Dengan aktivitas produksi yang terus berjalan, pertanian dan peternakan tetap menjadi salah satu kegiatan masyarakat yang menopang perputaran produksi di Desa Swarga Bara,” tandasnya.(adv/Kutim/Nurfa)










Users Today : 330
Users Yesterday : 462
Views Today : 580
Total views : 631940
Who's Online : 5
