Eksistensi.Id, KUTIM – Pemerintah Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, terus mendorong pengembangan potensi wisata yang telah ada di wilayahnya.
Langkah tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan kawasan yang memiliki daya tarik alam maupun karakteristik tersendiri, sehingga dapat dikembangkan secara bertahap dan berkelanjutan.
Kepala Desa Swarga Bara, Wahyudi Usman, mengatakan wilayahnya memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Potensi tersebut tidak hanya berupa satu jenis destinasi, tetapi juga mencakup panorama alam, kawasan perbukitan, hingga wilayah yang memiliki nilai penelitian dan konservasi.
Menurut Wahyudi, pengembangan wisata membutuhkan proses serta dukungan sumber daya. Karena itu, pemerintah desa memilih untuk melihat dan mengembangkan potensi yang sudah tersedia sesuai dengan karakter masing-masing kawasan.
“Kalau wisata alam itu memang butuh proses dan sumber daya. Ada mata air, ada pemandangan juga,” ujarnya, Selasa (29/9/26).
Salah satu kawasan yang telah dikenal adalah Bukit Asalia. Meski kawasan tersebut merupakan milik pribadi, keberadaannya dinilai turut memperkenalkan Swarga Bara sebagai wilayah yang memiliki potensi wisata.
“Bukit Asalia itu memang milik pribadi, tetapi ikut mengangkat nama Swarga Bara,” katanya.
Selain Bukit Asalia, terdapat pula kawasan Pre-Pub yang memiliki karakter tersendiri. Sementara kawasan Mentoko lebih dikenal berkaitan dengan kegiatan penelitian serta keberadaan habitat orangutan.
Keberadaan sejumlah kawasan tersebut menjadi bagian dari potensi yang dapat dikembangkan secara bertahap. Pemerintah desa menilai pengembangan tidak selalu harus dimulai dengan membangun destinasi baru, tetapi dapat dilakukan dengan memperbaiki, menata, dan mengoptimalkan kawasan yang telah ada.
“Yang kita fokuskan itu bagaimana memperbaiki dan mengembangkan yang sudah ada,” kata Wahyudi.
Menurutnya, pendekatan tersebut memungkinkan setiap potensi dikembangkan sesuai kondisi dan sumber daya yang tersedia. Dengan begitu, pengembangan wisata tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pemanfaatan potensi yang telah dikenal masyarakat.
Pemerintah Desa Swarga Bara berharap pengembangan secara bertahap dapat semakin memperkenalkan potensi wisata di wilayah tersebut.
“Di sisi lain, pengelolaan yang sesuai karakter kawasan diharapkan dapat membuka ruang bagi pengembangan potensi lokal secara berkelanjutan,” tandasnya.(adv/Kutim/Nurfa)








Users Today : 329
Users Yesterday : 462
Views Today : 576
Total views : 631936
Who's Online : 3
