Eksistensi.id, Samarinda – Partisipasi generasi muda dalam menentukan arah pembangunan Kota Samarinda dinilai belum maksimal. DPRD Kota Samarinda mengakui masih terbatasnya ruang bagi organisasi kepemudaan untuk menyampaikan gagasan dan terlibat langsung dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan program pembangunan.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie, mengatakan lembaga legislatif perlu mengevaluasi pola komunikasi dengan kalangan pemuda. Menurutnya, generasi muda memiliki pemikiran dan gagasan yang dapat menjadi masukan dalam menentukan kebijakan daerah.
Novan bahkan mengakui DPRD belum sepenuhnya memberikan ruang terbuka bagi pemuda, meskipun regulasi mengenai kepemudaan telah menjadi perhatian.
“Kami juga mengakui kekurangan kami memang membuat regulasi kepemudaan, tetapi faktanya kami sendiri belum memberikan ruang secara terbuka terhadap kepemudaan,” ujarnya.
Ia menilai keterlibatan pemuda seharusnya tidak berhenti pada penyampaian kritik dan aspirasi. Mereka perlu diberi kesempatan untuk ikut membahas kebutuhan masyarakat, merancang program, hingga berpartisipasi dalam pelaksanaan pembangunan.
Hal tersebut dinilai penting mengingat Samarinda menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan lingkungan, ketenagakerjaan, ekonomi, hingga kesiapan daerah sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sebagai langkah memperluas partisipasi tersebut, DPRD berupaya membangun komunikasi dengan organisasi kepemudaan dan membuka peluang pelibatan sesuai kewenangan lembaga legislatif.
“Dari masukan rekan-rekan dan adinda-adinda kita di kepemudaan, kita mencoba dengan batas wewenang kami untuk melibatkan mereka dalam segala hal,” jelasnya.
Novan juga menyinggung pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kepemudaan sebagai salah satu upaya memperkuat landasan kebijakan pemberdayaan generasi muda. Regulasi itu diarahkan untuk mendukung pengembangan potensi, perlindungan, serta peningkatan peran pemuda di berbagai sektor.
“Harapannya komunikasi yang lebih terbuka dapat membuat pemuda tidak sekadar menjadi sasaran program pemerintah, tetapi turut berkontribusi dalam menentukan dan menjalankan pembangunan Kota Samarinda,” terangnya.(adv/DPRD/Nurfa)








Users Today : 873
Users Yesterday : 2081
Views Today : 1163
Total views : 685798
Who's Online : 8
