Eksistensi.id, Samarinda – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Abdul Giaz, mengajak generasi muda Benua Etam, khususnya di Kota Samarinda, untuk mempersiapkan diri secara serius menyambut kehadiran Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di wilayah mereka.
Ia menekankan pentingnya penguatan pendidikan, karakter, serta daya saing agar tidak tertinggal di rumah sendiri.
“Harapannya besar, apalagi pemerintah sudah mendukung lewat program pendidikan gratis di Politeknik Negeri dan lainnya. Tinggal bagaimana anak-anak muda kita memanfaatkannya dengan baik,” ujar Giaz.
Menurutnya, hadirnya IKN adalah peluang emas yang tidak datang dua kali. Namun jika tidak dibarengi kesiapan mental dan kompetensi, pemuda lokal bisa saja hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri.
Terutama saat harus bersaing dengan lulusan dari luar daerah, termasuk Pulau Jawa, yang memiliki sistem pendidikan lebih mapan.
“Saya tidak ingin anak-anak kita kalah bersaing. Harus pintar, siap, dan percaya diri. Jangan sampai nanti cuma jadi penonton di tanah sendiri,” tegasnya.
Lebih jauh, Giaz juga menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, termasuk pengaruh negatif seperti judi online, narkoba, dan kebiasaan mabuk-mabukan.
Ia mengingatkan agar pemuda Kaltim menjauhi hal-hal tersebut jika ingin memiliki masa depan cerah.
“Jangan judi online, jangan narkoba, jangan mabuk-mabukan. Ayo bergerak ke arah yang positif,” pesannya.
Dengan status Kaltim sebagai tuan rumah IKN, ia memperkirakan akan ada lonjakan besar pendatang dari seluruh Indonesia bahkan luar negeri.
Hal ini menurutnya harus diantisipasi sejak dini agar pemuda lokal tidak tersingkir dalam persaingan yang semakin ketat.
“Kita akan kedatangan jutaan orang. Kalau tidak siap, kita akan tertinggal. Sekarang saatnya membuktikan bahwa pemuda Kaltim bisa bersaing dan unggul di rumah sendiri,” tutup Giaz.(ADV)
Penulis : Nurfa | Editor: Redaksi