Eksistensi.id, Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman paling serius terhadap masa depan kota. Bukan hanya merusak tubuh, narkoba menghancurkan potensi utama bangsa yakni sumber daya manusia (SDM) muda.
“Sekali anak muda terpapar narkoba, rusak semua: fisik, mental, dan moral. Tidak bisa dibangun lagi. Ini bukan soal tidak maksimal ini soal hancur total,” tegas Rohim.
Ia menyatakan bahwa generasi muda yang menjadi tulang punggung pembangunan justru paling rentan terjerat narkoba, terutama karena lemahnya kontrol lingkungan, minimnya kegiatan pembinaan, dan ketidakhadiran peran aktif dari orang dewasa di sekitar mereka.
Menurut Rohim, pendekatan hukum yang bersifat represif belum cukup untuk meredam penyebaran narkoba.
Ia mendorong pola pencegahan berbasis pembentukan karakter, penguatan mental, serta pembinaan sejak dini di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
“Banyak anak kita yang pintar, sopan, tapi karena lingkungan buruk dan minim pengawasan, mereka ikut hanyut. Jadi bukan salah mereka sepenuhnya. Sistem sosial kita yang lengah,” ujarnya.
Ia menilai perlu ada gerakan kolektif lintas sektor pemerintah, sekolah, komunitas, dan keluarga yang bersatu dalam membangun benteng sosial terhadap narkoba. Menurutnya, tidak ada solusi tunggal dalam perang melawan narkoba.
“Kita butuh barisan bersama. Dari rumah tangga sampai kantor kelurahan harus punya peran. Kalau kerja sendiri-sendiri, kalah kita,” ucapnya.
Sebagai bentuk konkret, Rohim mendorong pemerintah kota menghidupkan lebih banyak ruang ekspresi anak muda baik di bidang olahraga, seni, wirausaha, hingga pelatihan vokasional.
Ia percaya bahwa anak-anak yang sibuk dengan kegiatan produktif cenderung lebih tahan terhadap godaan lingkungan negatif.
“Kalau mereka disibukkan dengan hal positif, narkoba tidak akan punya celah. Kita harus hadir sebagai pembina, bukan cuma pengamat dari kejauhan,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa DPRD siap mendorong kebijakan yang berpihak pada pembinaan generasi muda dan pencegahan narkoba berbasis komunitas. Menurutnya, menyelamatkan SDM bukan hanya tugas BNN, tapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.(ADV)