Eksistensi.id, Samarinda – Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terhadap pendidikan gratis mendapat dukungan penuh dari DPRD Kaltim.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menyampaikan bahwa keberlanjutan program pendidikan gratis yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) perlu dikawal secara cermat agar tepat sasaran.
“Kami di DPRD tentu mendukung program ini. Tapi tidak bisa hanya dijalankan tanpa kontrol. Evaluasi bertahap penting untuk memastikan program benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” kata Ananda.
Dalam pembahasan finalisasi RPJMD, program pendidikan gratis menjadi sorotan utama. Selain menyiapkan skema pelaksanaan, pemerintah dan DPRD juga menelaah strategi pembiayaan agar tidak memberatkan keuangan daerah.
Ananda menekankan perlunya efisiensi fiskal, terutama karena kondisi anggaran yang tidak selalu ideal.
“Penyesuaian anggaran itu penting, karena kita harus realistis dengan kemampuan fiskal daerah. Program prioritas seperti pendidikan harus diutamakan, sementara yang lain bisa dievaluasi kembali atau ditunda,” jelasnya.
Ia juga menyatakan bahwa ruang perbaikan terhadap program ini masih terbuka, meski implementasi sudah berjalan.
DPRD, lanjut Ananda, tidak hanya berperan dalam legislasi, tetapi juga dalam fungsi pengawasan terhadap kebijakan publik.
“Kalau ada hal yang belum optimal, tugas kita adalah memperbaiki. Kalau sudah berjalan baik, harus ditingkatkan. Intinya, manfaat harus benar-benar sampai ke masyarakat,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.
Ananda optimis, dengan koordinasi yang kuat antara eksekutif dan legislatif, serta pemanfaatan anggaran yang tepat, pendidikan gratis akan menjadi pendorong utama peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur.(ADV)
Penulis : Nurfa | Editor: y noni