Eksistensi.id Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, resmi menjalani periode kedua kepemimpinannya dengan berbagai pencapaian signifikan di bidang infrastruktur.
Salah satu proyek yang menjadi kebanggaan adalah Teras Samarinda, yang kini berfungsi sebagai landmark sekaligus ikon baru bagi kota.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Romadhony Putra Pratama, menilai bahwa kehadiran Teras Samarinda mendapat respons positif dari masyarakat.
Konsep modern yang diusung dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi kota serta mencerminkan keberhasilan pembangunan dalam waktu yang relatif singkat.
“Pembangunan Teras Samarinda telah mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Ini membuktikan bahwa kepemimpinan Wali Kota mampu menghadirkan ruang publik yang berkualitas dalam waktu yang cukup cepat,” ujarnya, Kamis (20/2/2025).
Selain itu, proyek Terowongan Samarinda, yang menghubungkan Jalan Sultan Alimuddin dan Jalan Kakap di Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir, hampir memasuki tahap akhir.
Infrastruktur ini dibangun sebagai solusi untuk mengurangi kemacetan di Jalan Otto Iskandardinata.
Sebagai perwakilan dari PDI Perjuangan, Romadhony menyatakan dukungannya terhadap proyek tersebut dan berharap proses penyelesaiannya dapat dipercepat agar manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam mengatasi kepadatan lalu lintas di wilayah terdampak.
“Masih terdapat beberapa kendala teknis di sekitar Samarinda Ilir, yang kebetulan merupakan daerah pemilihan saya. Saya berharap permasalahan ini bisa segera diselesaikan agar proyek ini dapat difungsikan secara maksimal,” imbuhnya.
Di periode kedua kepemimpinannya, Romadhony menegaskan bahwa program pembangunan harus terus berlanjut, khususnya dalam penanganan banjir.
Musibah banjir yang kembali melanda beberapa titik di Samarinda menunjukkan bahwa pengendalian banjir masih menjadi tantangan utama yang perlu segera diselesaikan.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa realisasi pembangunan infrastruktur di Samarinda bukan hanya merupakan tanggung jawab Pemerintah Kota (Pemkot), tetapi juga didukung oleh bantuan keuangan (bankeu) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur.
Kolaborasi antara Pemkot dan Pemprov dinilai menjadi faktor krusial dalam mempercepat berbagai proyek strategis yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Salah satu proyek yang terus menjadi perhatian adalah revitalisasi Sungai Karang Mumus (SKM).
Romadhony menegaskan bahwa revitalisasi SKM memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus sebagai solusi dalam mengurangi risiko banjir.
“Revitalisasi SKM adalah proyek yang sangat vital dalam memperbaiki kondisi lingkungan sekaligus menangani permasalahan banjir. Masyarakat perlu memberikan waktu agar rencana besar ini dapat terealisasi dengan baik, sehingga Samarinda bisa berkembang menjadi kota yang lebih maju,” tutupnya.
Penulis Nisnun Editor Redaksi Eksistensi