Eksistensi.id Samarinda – Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah pusat tidak akan menghambat proses pembangunan di daerah.
“Mengenai efisiensi anggaran, berdasarkan informasi terbaru, penghematan yang telah dilakukan mencapai tiga kali lipat, dengan total nilai sebesar Rp750 triliun. Namun, hal ini tidak akan berdampak pada kelangsungan pembangunan,” ungkapnya.
Ia juga membantah anggapan bahwa kebijakan efisiensi tersebut akan mengurangi alokasi belanja pembangunan.
“Sebagaimana telah dijelaskan oleh Presiden, dari total Rp750 triliun yang dihemat, setengahnya tetap dialokasikan untuk belanja strategis MBG dan kebutuhan esensial yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, sementara sisanya akan dialokasikan sebagai investasi,” jelasnya.
Andi Harun menegaskan bahwa penghematan ini tidak akan berpengaruh pada anggaran pembangunan karena efisiensi dilakukan pada pos-pos yang tidak berkaitan langsung dengan program pembangunan.
Beberapa sektor yang mengalami efisiensi anggaran antara lain pemangkasan 50 persen pada belanja perjalanan dinas, baik untuk perjalanan internasional, domestik, maupun dalam kota.
Selain itu, pembatasan anggaran juga diterapkan pada berbagai kegiatan seperti acara seremonial, kajian, studi banding, pencetakan, publikasi, serta seminar.
Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi pemborosan anggaran negara tanpa menghambat pelaksanaan program-program prioritas yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Dengan demikian, Andi Harun memastikan bahwa meskipun terjadi efisiensi anggaran, pembangunan utama di daerah akan tetap berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Penulis Nisnun Editor Redaksi Eksistensi