Eksistensi.id, Samarinda – Meskipun terdapat prediksi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Timur pada tahun 2026, Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, menyatakan keyakinannya bahwa program-program prioritas daerah tetap dapat dijalankan tanpa hambatan berarti.
Menurutnya, proyeksi yang menyebutkan kemungkinan turunnya APBD dari Rp20 triliun menjadi sekitar Rp18 triliun masih bersifat sementara dan belum bisa dijadikan acuan tetap.
Ia menilai dinamika ekonomi hingga akhir tahun bisa saja mengubah arah perhitungan tersebut.
“Saya melihat itu masih prediksi awal. Data itu dari Februari. Situasi bisa berubah saat Desember nanti. Saya tetap yakin potensi daerah kita bisa menutup celah itu,” ujarnya.
Ekti menggarisbawahi bahwa Kalimantan Timur masih memiliki kekuatan ekonomi yang besar, terutama dari sektor pertambangan, energi, dan perkebunan.
Ditambah lagi, keberadaan proyek strategis nasional yang sedang berjalan turut menjadi tumpuan dalam menjaga stabilitas pendapatan daerah.
Ia juga mengingatkan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota agar lebih aktif dalam menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Upaya peningkatan pendapatan, menurutnya, tidak bisa hanya bergantung pada transfer pusat, melainkan perlu diperkuat melalui kerja sama lintas sektor, termasuk menggandeng pihak swasta.
“Perusahaan-perusahaan besar di Kaltim seharusnya punya kontribusi nyata, tidak hanya lewat investasi, tapi juga dalam bentuk program sosial dan pemberdayaan masyarakat di sekitar mereka,” tegasnya.
Lebih jauh, Ekti menekankan bahwa tekanan fiskal tidak boleh dijadikan alasan untuk memperlambat agenda pembangunan, terutama di sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar.
Menurutnya, komitmen pembangunan harus tetap dijaga agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kuncinya ada di kolaborasi. Kalau seluruh elemen bergerak bersama, saya yakin pembangunan tetap bisa berjalan meskipun APBD turun,” pungkasnya.(ADV)
Penulis: Nurfa | Editor: Redaksi eksistensi