Foto Kepala Bapenda Kukar, Bahari Joko Susilo
Eksistensi.id.Kukar – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 dapat mencapai Rp1 triliun. Target ini akan dikejar melalui optimalisasi pajak daerah dan retribusi yang dinilai masih memiliki ruang besar untuk ditingkatkan.
Kepala Bapenda Kukar, Bahari Joko Susilo, mengatakan pendapatan dari transfer pemerintah pusat maupun provinsi bersifat tetap, sehingga PAD menjadi tumpuan utama untuk menopang pembangunan daerah.
“Yang bisa kita pacu memang PAD, terutama dari pajak dan retribusi. Kalau transfer pusat atau provinsi kan aturannya sudah jelas,” kata Bahari di Kantor Bapenda Kukar, Selasa (12/8/2025).
Ia menjelaskan, beberapa pos retribusi di Kukar masih memiliki potensi yang belum tergarap maksimal. Sektor seperti parkir, pasar, hingga pemanfaatan aset milik daerah disebut masih bisa memberikan kontribusi lebih besar jika dikelola dengan baik.
“Retribusi kita ini masih punya potensi besar. Parkir, pasar, sewa aset, itu semua masih bisa digali lebih dalam,” jelasnya.
Selain retribusi, Bapenda juga akan memperkuat sektor pajak yang bersumber dari aktivitas usaha masyarakat. Pajak restoran, makanan-minuman, hiburan, dan hotel diharapkan mampu memberikan dorongan signifikan pada PAD tahun ini.
“Untuk PBB saja, kami yakin dan optimis bisa mencapai target sekitar Rp10 miliar tahun ini,” ujarnya.
Hingga pertengahan tahun, realisasi PAD tercatat masih berada di kisaran 40 persen. Namun, Bahari optimistis penerimaan akan bergerak naik pada semester kedua seiring meningkatnya aktivitas ekonomi warga.
“Semester pertama memang belum maksimal, tapi biasanya di semester dua konsumsi masyarakat naik dan berdampak ke penerimaan pajak. Polanya selalu begitu tiap tahun,” terangnya.
Ia menegaskan, pendataan lapangan akan diperkuat, pelayanan pajak dipermudah, dan kerja sama lintas sektor akan digiatkan untuk memastikan target PAD dapat tercapai.
“Semoga semua berjalan lancar dan PAD kita bisa melebihi target yang sudah ditetapkan,” tutupnya.(adv)