Eksistensi.id, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemrov Kaltim) kembali menyoroti perlunya penguatan program Gratispol, menyusul temuan bahwa sebagian mahasiswa masih menghadapi kesulitan dalam memenuhi biaya hidup meskipun UKT mereka telah dibiayai oleh pemerintah.
Walau Gratispol telah mengurangi beban biaya kuliah, kebutuhan harian mahasiswa terutama yang merantau ke kota besar—dinilai masih menjadi hambatan yang mengganggu fokus belajar.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, melihat bahwa pemerintah kabupaten/kota memiliki peluang besar untuk membantu mengisi kekosongan tersebut. Salah satu yang disorot adalah potensi pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang beroperasi di daerah.
“CSR di kabupaten dan kota jumlahnya besar. Dana itu bisa diarahkan untuk mendukung kebutuhan mahasiswa kita,” kata Seno, Senin (1/12/2025).
Ia menekankan bahwa persoalan yang paling banyak disuarakan mahasiswa bukan sekadar biaya kuliah, tetapi biaya hidup yang terus meningkat, mulai dari konsumsi hingga biaya akomodasi.
“Tambahan dukungan bagi kebutuhan makan dan tempat tinggal sangat membantu agar mahasiswa bisa lebih tenang menempuh pendidikan,” lanjutnya.
Menurut Seno, keberhasilan Gratispol membutuhkan keterlibatan lebih luas dari pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa Pemprov tidak bisa bekerja sendiri jika ingin memastikan program tersebut berdampak menyeluruh.
“Gratispol telah menutup UKT, tetapi itu belum cukup untuk menyelesaikan semua masalah mahasiswa. Kolaborasi dengan kabupaten dan kota sangat dibutuhkan,” tegasnya.
Pemprov Kaltim kini tengah menyiapkan pola sinergi baru yang memungkinkan dana CSR digunakan lebih terarah ke sektor pendidikan, khususnya untuk mendukung keberlangsungan hidup mahasiswa penerima Gratispol.
Ia berharap pemerintah daerah dapat mulai menata skema penggunaan CSR di wilayah masing-masing agar manfaatnya betul-betul dirasakan mahasiswa.
Dengan langkah ini, Gratispol diharapkan berkembang menjadi program yang bukan hanya meringankan biaya kuliah, tetapi juga memastikan mahasiswa memiliki dukungan ekonomi yang memadai selama menempuh pendidikan.(ADV/Nurfa)








Users Today : 185
Users Yesterday : 982
Views Today : 443
Total views : 444099
Who's Online : 4
