Eksistensi.id.Kukar – Ancaman kebakaran akibat kebocoran gas rumah tangga masih menghantui masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar). Instalasi gas yang tidak terawat kerap menjadi pemicu utama insiden, sehingga pencegahan di tingkat rumah tangga dinilai lebih penting daripada sekadar penanganan darurat.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, menegaskan bahwa kesigapan petugas memang sangat menentukan, namun peran masyarakat untuk menjaga keamanan dapur tidak kalah vital.
“Ketepatan waktu dan keberanian tim sangat menentukan. Dalam situasi seperti ini, setiap menit berarti,” ujarnya, Senin (18/8/2025).
Menurut Fida, sebagian besar kasus kebakaran skala kecil di permukiman dipicu oleh kebocoran selang gas yang tidak terdeteksi. Kondisi ini kerap diabaikan, padahal risikonya bisa meluas dengan cepat.
“Warga harus lebih waspada dan rutin mengecek kondisi selang serta regulator. Jangan tunggu sampai terjadi kebocoran baru sadar bahayanya,” jelasnya.
Untuk itu, Damkar Kukar berkomitmen memperkuat edukasi tentang keselamatan penggunaan elpiji. Sosialisasi akan digencarkan agar masyarakat memahami cara merawat instalasi gas, mendeteksi potensi kebocoran, hingga langkah darurat jika kebakaran terjadi.
Fida menekankan bahwa keselamatan dapur tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada petugas pemadam kebakaran. Peran aktif masyarakat dalam melakukan pencegahan menjadi bagian penting dari upaya bersama.
“Keselamatan dapur bukan hanya urusan pemadam kebakaran, tapi tanggung jawab bersama. Kami imbau seluruh warga Kukar, cek alat dapur secara rutin agar tidak menimbulkan bencana,” tegasnya.
Ia menambahkan, sinergi antara masyarakat dan Damkar menjadi kunci utama dalam menekan risiko kebakaran.
“Penanganan yang cepat memang penting, tetapi pencegahan jauh lebih efektif untuk menghindari kerugian materi maupun korban jiwa,” tandasnya.(adv)