Foto Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Evi Violidhan
Eksistensi.id.Kukar – Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan petani melalui penguatan infrastruktur pertanian. Salah satu langkah yang diambil adalah pembangunan lumbung pangan dan lantai jemur di sejumlah wilayah yang memiliki hamparan sawah cukup luas.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Disketapang Kukar, Evi Violidhan, menyebut bahwa hingga saat ini sekitar 20 lumbung pangan telah dibangun di berbagai daerah.
Untuk tahun 2025, pembangunan akan difokuskan di lima wilayah, yakni Jembayan, Sebulu, Tenggarong, Loa Ipuh, dan Loa Janan Ulu.
“Kami tidak sembarangan membangun fasilitas ini. Ada beberapa indikator yang kami gunakan, seperti luas pertanian dan permintaan dari kelompok tani. Setelah dilakukan verifikasi lapangan dan dianggap layak, barulah pembangunan dilakukan,” jelas Evi saat ditemui pada Selasa (22/7/2025).
Selain lumbung pangan, fasilitas lantai jemur dan mesin penggiling juga direncanakan untuk dibangun di lokasi yang sama. Evi menjelaskan bahwa keberadaan fasilitas ini akan berdampak langsung terhadap peningkatan nilai jual hasil panen petani.
“Saat ini, banyak petani yang masih menjual gabah, yang keuntungannya sangat terbatas. Dengan adanya fasilitas ini, mereka tidak hanya dapat menjual beras, tetapi juga memanfaatkan dedak dari proses penggilingan yang memiliki nilai jual di pasaran,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur semacam ini tidak hanya membantu efisiensi pascapanen, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru dari hasil sampingan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal.
Untuk memastikan fasilitas ini benar-benar bermanfaat, Disketapang Kukar juga mendorong pengelolaan berbasis kelembagaan. Salah satunya melalui kerja sama antara Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan pemerintah desa yang akan difasilitasi melalui pembentukan kelembagaan khusus.
“Kami bersama Bupati telah mengusulkan pembentukan kelembagaan yang nantinya mengelola lumbung pangan ini secara mandiri. Tujuannya agar keberlanjutannya terjamin dan benar-benar dikelola oleh petani itu sendiri,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Gapoktan dalam menjaga sistem distribusi dan akses pasar bagi petani. Menurut Evi, kerja sama ini dapat memperkuat jalur pemasaran dan membuka akses permodalan usaha tani.
“Kami berharap adanya sinergi yang kuat antara BUMDes dan Gapoktan. Dengan begitu, petani dapat lebih mudah memasarkan hasil panennya, memperoleh modal usaha, serta meningkatkan kesejahteraan mereka guna mewujudkan kemandirian ekonomi di Kukar,” pungkasnya.(adv)