Eksistensi.id, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, mendorong agar mahasiswa diberi ruang lebih luas untuk terlibat dalam dunia pendidikan, tidak hanya sebagai peserta didik di kampus, tetapi juga sebagai aktor penggerak di tengah masyarakat.
“Mahasiswa punya kepedulian dan daya dorong yang kuat, terutama mereka yang berlatar belakang pendidikan dan keguruan. Ini potensi besar untuk ikut mencerdaskan masyarakat,” ucap Anhar.
Ia menilai, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial-edukatif bukan hanya bentuk pengabdian, tetapi juga kontribusi strategis dalam memperluas jangkauan pendidikan, terutama di tingkat dasar dan menengah.
Menurutnya, suara kritis dan partisipasi mahasiswa dalam mengawal kebijakan pendidikan juga merupakan cermin dari semangat perubahan yang sehat dan perlu diapresiasi.
“Kritik mahasiswa itu penting, bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk memperkuat. Bahkan bisa jadi pemicu pembaruan dalam pelaksanaan kebijakan di lapangan,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.
Anhar juga menyambut baik berbagai aksi lapangan yang dilakukan mahasiswa, mulai dari pengajaran informal hingga kampanye literasi.
Ia menyebut, kehadiran mereka langsung di tengah masyarakat menunjukkan kepedulian yang tak bisa digantikan.
“Meski tanggung jawab utama pendidikan dipegang sekolah dan perguruan tinggi, kehadiran mahasiswa justru menjangkau celah yang tak selalu bisa disentuh oleh lembaga formal,” katanya.
DPRD, lanjut Anhar, siap menjadi mitra strategis bagi gerakan mahasiswa di bidang pendidikan, termasuk dalam memperkuat program-program berbasis masyarakat yang digagas kalangan muda.
“Dukungan penuh akan kami berikan untuk inisiatif yang berdampak langsung bagi kemajuan pendidikan masyarakat,” tandasnya.(ADV)