Eksistensi.id.Kukar – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Kartanegara (Kukar) melibatkan Kelompok Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) sebagai mitra utama dalam program pemberdayaan perempuan.
Hal ini disampaikan Plt Kepala DP3A Kukar, Hero Suprayitno, di sela kegiatan berbagi telur rebus di Taman Creatif Park Tenggarong, Rabu (13/8/2025).
“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pemberdayaan perempuan, khususnya bagi PEKKA yang memiliki beban ganda,” ujarnya.
Program PEKKA yang digarap DP3A bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, membangun jaringan usaha, dan memberikan edukasi pengelolaan rumah tangga.
“Melalui program PEKKA, DP3A berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, membangun jaringan usaha, serta memberikan edukasi pengelolaan rumah tangga,” tutur Hero.
Ia menegaskan, pelatihan menjadi kunci untuk membuat perempuan kepala keluarga lebih mandiri secara ekonomi. Program utama mencakup pengolahan makanan, tata rias, hingga keterampilan lain untuk meningkatkan life skill.
“Tujuannya agar mereka bisa bersaing di usaha ekonomi produktif, menambah pendapatan, dan membangun ketahanan keluarga,” jelasnya.
Selain keterampilan praktis, program ini juga menekankan penguatan mental dan jaringan sosial, sehingga para anggota memiliki dukungan untuk bertahan di tengah tantangan hidup.
Hero optimistis, kolaborasi lintas sektor dapat memperkuat keberlanjutan program. Ia menilai semakin luas jaringan yang dibangun, semakin besar pula peluang usaha yang bisa diakses anggota PEKKA.
Bagi DP3A, keberhasilan program ini akan menjadi tolok ukur efektivitas pemberdayaan perempuan di Kukar.
“Kalau mereka mandiri dan keluarga mereka kuat, itu artinya program kita berhasil,” pungkasnya.(adv)