Eksistensi.id, Samarinda – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup berhenti pada program sekolah gratis, melainkan harus berlanjut hingga fase pasca kelulusan.
Reza menyoroti kondisi lulusan Sekolah Luar Biasa (SLB) yang kerap menghadapi keterbatasan peluang kerja.
Menurutnya, penyandang disabilitas juga berhak mendapatkan jaminan keberlanjutan setelah menyelesaikan pendidikan.
“Perlu digarisbawahi, teman-teman dari SLB juga harus diberi kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan setelah mereka lulus nanti,” ujar Reza, Senin (18/8/25).
Ia menilai pemerintah sudah membuka akses pendidikan inklusif, tetapi hal itu tidak akan berarti banyak jika tidak diikuti kebijakan yang menghubungkan dunia pendidikan dengan dunia kerja.
“Tanpa lapangan kerja yang jelas, hasil pendidikan mereka akan terasa belum tuntas,” tegasnya.
Selain pendidikan inklusif, Reza juga menyoroti arah pembinaan olahraga di Kalimantan Timur. Pemerintah provinsi disebutnya telah memberi perhatian lebih dengan membangun sekolah khusus olahraga (Sekoi).
Menurutnya, keberadaan sekolah itu penting untuk melahirkan atlet berprestasi sejak dini, tetapi pemerintah juga harus menyiapkan strategi keberlanjutan bagi para lulusannya.
“Sekoi menjadi wadah pembinaan yang baik, namun setelah lulus, siswa tidak boleh berhenti hanya pada prestasi akademik atau olahraga. Harus ada jalur karier yang jelas agar mereka bisa berkembang di dunia profesional,” jelas Reza.
Bagi Reza, pendidikan gratis tetap merupakan kebijakan fundamental, tetapi fokus ke depan adalah bagaimana memastikan masa depan siswa setelah menamatkan sekolah.
“Yang lebih penting adalah bagaimana kondisi mereka setelah selesai sekolah. Pasca pendidikan inilah yang harus benar-benar kita pikirkan,” jelasnya.
Ia menekankan, semangat kemerdekaan harus diwujudkan dalam pembangunan manusia yang menyeluruh, meliputi pendidikan, olahraga, dan akses kerja.
“Dengan begitu, ke depan tidak ada lagi lulusan SLB, sekolah umum, maupun sekolah olahraga yang merasa terpinggirkan dari dunia kerja,” pungkasnya.(ADV)