Eksistensi.id, Samarinda – Keputusan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, yang belum mengalokasikan anggaran untuk cabang olahraga (cabor) dan dukungan media dalam tahun ini menuai perhatian dari legislatif.
Anggota DPRD Kaltim, Sigit Wibowo, mengajak pemerintah daerah untuk mempertimbangkan kembali keseimbangan alokasi anggaran, agar seluruh sektor pembangunan bisa berjalan beriringan.
Menurut Sigit, kebijakan yang berfokus pada percepatan program unggulan seperti pembangunan infrastruktur memang penting.
Namun demikian, sektor lainnya yang berdampak langsung ke masyarakat, seperti pembinaan olahraga dan kegiatan media, juga sebaiknya tetap mendapat porsi perhatian.
“Usulan dari eksekutif itu sah-sah saja. Tapi kami di DPRD juga punya tanggung jawab moral menyuarakan aspirasi masyarakat, termasuk dari pelaku olahraga dan media,” ujar Sigit, Senin (28/7/25).
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menekankan bahwa olahraga bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga bagian dari pembinaan karakter generasi muda. Begitu pula dengan media yang berperan menjaga arus informasi publik dan keterbukaan pemerintahan.
“Kalau kita bicara soal program prioritas, tentu kami paham pentingnya infrastruktur. Tapi pembinaan cabor dan peran media juga tak bisa dianggap sekadar pelengkap,” katanya.
Sigit juga mengungkapkan bahwa belum adanya keputusan final terkait penghapusan anggaran tersebut, namun ia sudah menerima banyak masukan dari sesama anggota dewan yang berharap adanya evaluasi kebijakan.
“Beberapa rekan sudah menyampaikan ke saya. Intinya, kami berharap semua kebijakan bisa berjalan berimbang, tanpa ada pihak yang merasa terabaikan,” ujarnya.
Ia berharap ke depan, eksekutif dan legislatif dapat terus membangun komunikasi terbuka agar penataan anggaran bisa menyentuh seluruh kepentingan masyarakat secara proporsional.(ADV)