Eksistensi.id, Samarinda – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Firnadi Ikhsan, menegaskan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat di berbagai wilayah di Kaltim.
Firnadi menyampaikan bahwa kondisi jalan, jembatan, irigasi, dan drainase di sejumlah daerah masih jauh dari memadai, sehingga menghambat konektivitas antarwilayah serta berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal.
“Kebutuhan masyarakat untuk pembangunan infrastruktur di Kalimantan Timur itu hampir sama. Kita masih butuh jalan, jembatan, irigasi, badan jalan, parit-parit, dan sebagainya,” ujar Firnadi, Kamis (7/8/2025).
Ia mengingatkan bahwa percepatan pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah provinsi semata, melainkan memerlukan sinergi kuat dengan pemerintah kabupaten dan kota. Skema bantuan keuangan provinsi (bankeu) kepada kabupaten/kota disebutnya sebagai salah satu solusi efektif untuk mempercepat realisasi pembangunan di lapangan.
“Sinergi dengan pemerintah kota dan kabupaten dalam hal ini mempermudah bantuan keuangan, itu salah satu solusi yang bisa mempercepat pembangunan di daerah,” tegasnya.
Selain sektor fisik, Firnadi juga menekankan pentingnya kelanjutan pembangunan infrastruktur pendidikan sebagai bagian tak terpisahkan dari penguatan sumber daya manusia. Hibah untuk lembaga pendidikan menurutnya harus tetap menjadi prioritas utama.
“Infrastruktur fisik dan pendidikan harus berjalan seimbang. Hibah kepada lembaga pendidikan juga penting untuk meningkatkan SDM di Kalimantan Timur. Ini bagian dari pembangunan menyeluruh,” jelas Firnadi.
DPRD Kaltim akan terus mengawal aspirasi masyarakat agar pembangunan infrastruktur benar-benar terealisasi secara menyeluruh, baik melalui APBD murni maupun bantuan keuangan terencana.
“Pembangunan infrastruktur harus benar-benar jadi prioritas. Masyarakat kita menunggu realisasi nyata, bukan hanya janji. Maka dari itu, DPRD mendorong pemerintah untuk bergerak cepat,” pungkasnya.(ADV)