Eksistensi.id, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan pentingnya menyiapkan sumber daya manusia yang kompetitif sebagai langkah strategis menghadapi percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pemprov menilai bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, melainkan oleh kesiapan masyarakat lokal dalam memanfaatkan peluang besar yang hadir di wilayah mereka.
Salah satu upaya pemerintah adalah memaksimalkan Program Gratispol sebagai instrumen peningkatan akses pendidikan tinggi. Program ini dirancang untuk mendorong generasi muda Kaltim menimba ilmu di kampus-kampus terbaik, lalu kembali membawa keahlian yang relevan bagi kebutuhan pembangunan daerah.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim, Dasmiah, menuturkan bahwa Gratispol sengaja dirancang dengan mekanisme seleksi berlapis untuk memastikan penerima adalah talenta unggul.
“Seleksi masih kami jalankan secara ketat. Pemerintah ingin memastikan beasiswa ini diterima oleh mahasiswa yang punya prestasi kuat dan komitmen membangun daerah,” ujar Dasmiah, Selasa (25/11/2025).
Ia menyebutkan, mahasiswa Kaltim didorong melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi nasional berkelas seperti UI, UGM, ITB, IPB, Unair, Undip, Unhas, ITS, Unpad, hingga UB. Namun penekanan tetap diberikan pada relevansi program studi untuk kebutuhan daerah, bukan hanya popularitas kampus tujuan.
“Bidang-bidang strategis seperti kedirgantaraan, kedokteran, pendidikan kebutuhan khusus, hingga perencanaan wilayah menjadi prioritas utama karena menyangkut kesiapan daerah mendukung IKN,” tegasnya.
Sementara untuk jalur luar negeri, persyaratan dibuat lebih selektif. Peserta harus memiliki rekam jejak prestasi internasional, baik di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, olahraga, maupun kompetisi lainnya.
Menurut Dasmiah, hal itu dilakukan untuk memastikan kualitas penerima dan menghindari kesalahan sasaran. “Beasiswa ini berbasis capaian dan tanggung jawab. Transparansi menjadi prinsip utama agar publik dapat melihat prosesnya secara terbuka,” imbuhnya.
Selain itu, setiap penerima Gratispol wajib menandatangani komitmen untuk kembali ke Kaltim setelah menyelesaikan studi. Pemerintah ingin memastikan bahwa investasi pendidikan yang dikeluarkan memberi manfaat langsung bagi daerah.
“Kami ingin generasi muda yang mendapat kesempatan ini kembali dan menjadi bagian dari pembangunan. Ini investasi jangka panjang untuk menyiapkan SDM unggul yang akan mengisi kebutuhan tenaga ahli,” ungkapnya.
Pemprov berharap Gratispol menjadi fondasi lahirnya generasi emas Kaltim yang siap bersaing di era transformasi IKN. Mereka diharapkan tidak hanya mampu bersaing secara nasional, tetapi juga tampil sebagai aktor utama dalam pembangunan wilayahnya sendiri.
“Gratispol bukan sekadar bantuan biaya. Ini adalah komitmen pemerintah untuk mencetak SDM yang unggul, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi masa depan Kaltim,” tutup Dasmiah. (Adv/DprdKaltim)









Users Today : 80
Users Yesterday : 660
Views Today : 240
Total views : 473730
Who's Online : 3
