Eksistensi.id, Samarinda – Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Hasanuddin Mas’ud, menegaskan pembangunan jalan di perbatasan Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu) bukan hanya soal membuka akses, tetapi juga memiliki peran strategis untuk perdagangan, pariwisata, dan keamanan perbatasan.
Ia menargetkan jalur darat ini selesai pada 2026 agar masyarakat tidak lagi terisolasi, terutama saat terjadi krisis pasokan bahan pokok.
“Pak Gubernur memang merencanakan pembangunan di sana lebih banyak infrastruktur jalan. Harapannya, di tahun 2026 murni ini sudah dijalankan,” ujar Hasanuddin, Sabtu (9/8/25).
Saat ini, warga Mahulu masih kesulitan mendapatkan pasokan bahan makanan. Jalan rusak membuat distribusi logistik tersendat, sementara jalur sungai tidak optimal akibat pendangkalan air. Kondisi ini memaksa proses pengiriman barang memakan waktu lebih lama.
“Kalau lewat sungai, kapal besar harus dilansir ke kapal kecil. Ini makan waktu. Kasihan saudara-saudara kita di sana,” ucapnya.
Hasanuddin menegaskan, jalan yang layak akan mengurangi ketergantungan pada transportasi udara dan jalur sungai yang rentan terganggu cuaca. Infrastruktur darat yang baik juga sangat krusial dalam situasi darurat.
“Kalau jalannya bagus, distribusi bantuan saat bencana akan lebih cepat, tidak tergantung lewat udara,” tegasnya.
Selain akses Mahulu, Hasanuddin mencatat masih banyak ruas jalan lain di Kaltim yang rusak parah, baik menuju wilayah utara, barat, maupun timur provinsi.
Karena itu, ia mendorong sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mempercepat pembangunan.
Menurutnya, keberadaan jalan yang baik akan memudahkan suplai bahan pokok, menurunkan biaya distribusi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Lebih jauh, infrastruktur ini juga memperkuat posisi Kaltim yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
“Jalan yang baik tidak hanya menghubungkan antarwilayah, tetapi juga menjadi jalur strategis perdagangan, pariwisata, dan keamanan perbatasan,” pungkasnya.(ADV)