Eksistensi.id.Samarinda- Menjelang perayaan Idulfitri, sejumlah komoditas bahan pokok di Kota Samarinda mulai menjadi sorotan, terutama terkait dengan potensi lonjakan harga.
Untuk itu, Komisi II DPRD Samarinda terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan barang pokok serta elpiji demi memastikan stabilitas pasokan saat Lebaran.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Pemerintah Kota Samarinda bekerja sama memantau secara intensif harga dan stok barang-barang yang sering dibutuhkan masyarakat menjelang Idulfitri.
Salah satu perhatian utama adalah kenaikan harga yang selalu terjadi pada minggu-minggu menjelang Lebaran.
“Kenaikan harga bahan pokok adalah fenomena yang biasa terjadi menjelang Idulfitri. Biasanya, harga barang mulai naik beberapa hari sebelum Lebaran dan mencapai puncaknya seminggu sebelumnya,” ujar Iswandi.
Selain itu, pemantauan juga difokuskan pada pasokan elpiji 3 kilogram, atau elpiji melon bersubsidi, yang beberapa kali sempat mengalami kelangkaan. Hal ini menjadi perhatian ekstra, mengingat permintaan elpiji akan meningkat saat masyarakat memasak untuk kebutuhan Lebaran.
Namun, Iswandi meyakinkan bahwa sejauh ini pasokan barang pokok dan elpiji di Samarinda masih dalam keadaan aman. Ia juga memastikan, jika terjadi lonjakan harga yang signifikan, pihaknya tidak akan ragu untuk segera mengambil tindakan seperti melakukan operasi pasar guna mengendalikan situasi.
“Alhamdulillah, hingga kini pasokan masih aman. Namun, jika ada tanda-tanda kenaikan harga yang tak terkendali, operasi pasar akan kami lakukan agar harga tetap stabil dan kebutuhan masyarakat dapat tercukupi,” tegasnya.
Dengan berbagai langkah pengawasan yang telah dilakukan, diharapkan masyarakat Samarinda dapat merayakan Idulfitri dengan tenang tanpa ada gangguan terkait pasokan barang pokok dan elpiji.
Penulis Fara I Editor Eka Mandiri