Eksistensi.id, Samarinda – Kebakaran yang kembali melanda Pasar Segiri menjadi sorotan serius DPRD Kota Samarinda.
Ketua Komisi III DPRD, Deni Hakim Anwar, menilai musibah ini
tidak bisa lagi dianggap insiden biasa, melainkan tanda kuat perlunya penataan menyeluruh di salah satu pasar terbesar di Kota Tepian tersebut.
“Ini bukan kejadian pertama. Bahkan, di tahun sebelumnya, di tanggal dan bulan yang sama, kebakaran juga terjadi di kios Pasar Segiri,” ungkap Deni, Sabtu (16/8/2025).
Menurutnya, kondisi fisik Pasar Segiri yang padat dan belum tertata dengan baik, khususnya di bagian belakang, menjadi salah satu faktor yang membuat potensi kebakaran semakin rawan. Meski bagian depan pasar tampak rapi, wajah sesungguhnya dari Pasar Segiri masih menyimpan banyak pekerjaan rumah.
“Kita memang di belakang ini masih perlu penataan. Kalau tidak, kejadian serupa bisa saja terulang,” katanya.
Pemerintah Kota Samarinda telah merencanakan revitalisasi dengan menambah lantai di beberapa sisi pasar.
DPRD menyatakan siap mengawal agar langkah ini bisa terealisasi, sehingga pedagang maupun pengunjung dapat merasakan manfaat nyata.
“Yang pasti kita sangat mendukung jika revitalisasi dilakukan. Penataan ini bukan sekadar soal fisik, tapi juga soal keamanan dan kenyamanan bersama,” tegasnya.
Lebih jauh, Deni berharap Pasar Segiri kelak bisa menjadi contoh bahwa pasar tradisional tetap mampu menghadirkan suasana bersih, higienis, dan tertata, tanpa kehilangan nilai ekonominya.
“Pasar itu adalah wajah kota. Jangan sampai justru menjadi ikon yang buruk bagi Samarinda. Kita ingin pasar ini menunjukkan bahwa pasar tradisional bisa modern, aman, dan membanggakan,” pungkasnya.(ADV)