Eksistensi.id.Samarinda: Pemilihan Umum Gubernur Kalimantan Timur 2024 memasuki babak menarik dengan potensi kembalinya Isran Noor, mantan Gubernur yang telah menyelesaikan masa jabatannya pada 30 September 2023.
Kabar tentang kemungkinan kembali mencalonkan diri semakin berkembang setelah Isran Noor dikabarkan mengajak Hadi Mulyadi untuk bergabung dalam perjalanan politiknya.
Dalam acara silaturahmi dengan wartawan, Hadi Mulyadi memberikan isyarat kuat bahwa kemungkinan duet politik mereka tidak bisa diabaikan.
Namun, jawaban resmi akhirnya datang dari Isran Noor sendiri dalam acara “Isran Mengundang dan Menghibur Masyarakat Kaltim” di Plenary Hall Sempaja Samarinda pada Sabtu (3/2/2024).
Isran Noor menegaskan bahwa keputusannya untuk maju atau tidak akan sangat bergantung pada dukungan masyarakat.
Dalam pandangannya, keluar atau tidaknya sebagai calon gubernur harus dipertimbangkan dengan matang, mengingat belum pasti apakah masyarakat mendukungnya.
“Ada dua, maju atau tidak maju. Karena belum tentu masyarakat mendukung saya,” ujar Isran Noor.
Setelah lebaran, Isran Noor berencana melakukan kunjungan keliling ke seluruh Kalimantan Timur untuk berhalal bi halal dan menggali respon masyarakat terhadap kemungkinan kembali menjabat sebagai gubernur.
“Saya akan keliling Kaltim untuk berhalal bi halal sekaligus mau tahu masih ada yang mau saya jadi gubernur, kalau beneran ada dan saya yakin,” tambahnya.
Isran Noor juga mengajak masyarakat untuk bersikap objektif dalam menilai kembali kiprahnya, memperingatkan agar tidak terpengaruh oleh pencapaian selama menjabat sebagai gubernur.
“Jangan terpengaruh dengan apa yang saya perbuat selama ini bersama wagub saat itu. Kalau emang enggak setuju ya engga usah setuju,” tegasnya.
Dalam menjelaskan niatnya untuk kembali berkompetisi, Isran Noor menekankan bahwa perjuangannya adalah untuk kepentingan masyarakat luas, bukan untuk kepentingan pribadi, golongan, atau kelompok tertentu.
“Sebabnya saya harap kepada masyarakat harus objektif karena perjuangan kita untuk masyarakat luas bukan pribadi, golongan, dan kelompok,” pungkasnya.
Penulis Frida l editor eka mandiri