EKSISTENSI.id.KUKAR. Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah menerima kunjungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia (RI) yang diwakili Direktorat Pembenihan Hortikultura, Inti Pertiwi Naswari.
Pertemuan berlangsung di ruang eksekutif kantor Bupati Kukar, yang turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Dandim 0906 Kutai Kartanegara.
Menurut Edi Damansyah kunjungan ini bertujuan untuk membahas peningkatan luas tanam padi sawah di Kutai Kartanegara. Pada kesempatan itu perwakilan Kementerian Pertanian juga menyampaikan surat dari Wakil Menteri Pertanian terkait program perluasan lahan pertanian di daerah tersebut.
Beberapa hal dibahas dalam pertemuan tersebut, terkait dengan upaya strategi pemerintah dalam meningkatkan hasil pertanian di Kutai Kartanegara. Sebagai upayanya, adalah melakukan optimalisasi lahan pertanian di Kutai Kartanegara.
Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu adanya kolaborasi nyata mulai dari pemerintah pusat, daerah serta TNI.
” Dari data satelit yang dibawa oleh Ibu Inti, luas tanam bulan lalu masih rendah. Untuk itu, saya meminta agar dilakukan klarifikasi langsung di lapangan,” katanya.
Sebagai upaya untuk peningkatan pembangunan sektor pertanian, pemerintah Kukar merealiasikan program pertanian, dengan menetapkan lima kawasan sektor pertanian. Selain itu juga merealiassikan pembangunan infrastruktur pertanian, sistem irigasi serta peningkatan jalan usaha tani.”Saat ini, telah ditetapkan lima kawasan dengan total luas sekitar 8.000 hektare untuk dioptimalkan.”tegasnya.
Sementara Direktorat Pembenihan Hortikultura, Inti Pertiwi Naswari, menyampaikan bahwa peningkatan luas tanam merupakan salah satu prioritas Kementerian Pertanian. Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian untuk meningkatkan luas tambah tanam di seluruh provinsi, termasuk Kalimantan Timur.
“Saat ini, kondisi pertanaman di Kalimantan Timur, khususnya di Kutai Kartanegara, masih belum optimal karena angka luas tanam cukup rendah dibandingkan tahun 2023 dan 2024. Namun, terdapat pergeseran pola tanam, di mana puncak tanam yang biasanya terjadi pada Oktober–November atau Maret kini bergeser ke Desember–Januari. Dengan demikian, puncak tanam selanjutnya diperkirakan terjadi pada April atau Mei,” katanya.(adv)