Eksistensi.id KUTAI KARTANEGARA – Kutai Kartanegara (Kukar) harus rela turun takhta setelah enam kali berturut-turut meraih juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Tahun ini, Kukar menempati posisi kedua dalam ajang yang berlangsung di Kutai Timur.
Meski gagal mempertahankan gelar, capaian tersebut tetap diapresiasi. Pemerintah daerah menilai prestasi ini adalah buah kerja keras seluruh kecamatan yang telah mengirimkan qari dan qariah terbaik mereka.
Camat Tenggarong, Sukono, menekankan bahwa peringkat bukanlah segalanya. Yang lebih penting, kata dia, adalah munculnya talenta-talenta baru dari berbagai wilayah, termasuk Tenggarong, yang menunjukkan peningkatan kemampuan di bidang tilawatil Quran.
“Bagi kami, yang membanggakan adalah semakin banyak kader MTQ yang mulai tampil dan menunjukkan potensi besar. Itu harus ditindaklanjuti dengan pembinaan rutin dan berkesinambungan,” ujar Sukono.
Ia menilai pembinaan intensif menjadi kunci agar Kukar kembali bisa merebut juara umum. Karena itu, pihaknya mendukung penuh program pelatihan yang dijalankan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), apalagi jelang MTQ tingkat Kabupaten Kukar yang akan digelar di Tenggarong pada 11–19 Oktober 2025.
“Harapannya, baik dari Tenggarong, Tenggarong Seberang, maupun kecamatan lain, pembinaan terus ditingkatkan. Ini juga sejalan dengan arahan Pak Bupati,” tambahnya.
Sebagai tuan rumah MTQ Kabupaten, Kecamatan Tenggarong juga tengah menyiapkan rapat lanjutan bersama LPTQ untuk membahas pola pembinaan, strategi, dan persiapan teknis. Menurut Sukono, kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar Kukar memiliki tim yang lebih solid dan siap bersaing di level provinsi maupun nasional.
Ia mengungkapkan, banyak kader Tenggarong yang ikut dalam seleksi MTQ provinsi tahun ini. Meski tidak semuanya lolos, sebagian besar menunjukkan progres yang signifikan.
“Dari total 58 peserta yang lolos di tingkat kabupaten, 54 dinyatakan masuk, dan sekitar 25 persen berasal dari Tenggarong. Ini tren positif, baik dari sisi jumlah maupun kualitas,” jelasnya.
Evaluasi LPTQ pun mencatat nilai akhir peserta Kukar tahun ini lebih tinggi dibandingkan perolehan juara umum tahun sebelumnya.
“Artinya, meskipun kita tidak meraih juara satu, ada peningkatan nyata dalam kualitas. Itu yang patut kita syukuri dan jadikan motivasi,” tutup Sukono.(adv)