Eksistensi.id Samarinda – DPRD Kota Samarinda memberikan perhatian serius terhadap pembangunan terowongan yang diharapkan mampu mengurangi kemacetan di sejumlah ruas jalan utama di kota tersebut.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, menegaskan bahwa proyek ini harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan tidak hanya sekadar pembangunan tanpa manfaat yang signifikan.
“Fokus utama dari proyek ini adalah efektivitasnya. Jika dapat benar-benar mengatasi kemacetan, maka ini merupakan langkah yang sangat positif. Mengingat anggaran yang dikucurkan cukup besar, penggunaannya harus benar-benar tepat sasaran,” ujar Abdul Rohim.
Proyek dengan anggaran sekitar Rp395 miliar ini dirancang untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di beberapa kawasan strategis, seperti Jalan Otto Iskandardinata, Sultan Alimuddin, dan Jalan Mulawarman, yang selama ini dikenal sebagai titik rawan kemacetan.
Perhatian terhadap proyek ini semakin meningkat setelah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung lokasi pembangunan pada Rabu (12/2/2025).
Kehadiran Wapres diharapkan dapat membuka peluang pendanaan alternatif di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) guna mempercepat penyelesaian proyek ini.
“Untuk proyek infrastruktur dengan skala besar seperti ini, sebaiknya tersedia opsi pendanaan lain selain APBD. Dengan demikian, anggaran daerah dapat dialokasikan untuk kebutuhan mendesak lainnya,” tambah Abdul Rohim.
DPRD Samarinda juga berencana melakukan kunjungan langsung ke lokasi dalam waktu dekat.
Rencana ini selaras dengan target Pemerintah Kota Samarinda yang menargetkan uji coba terowongan pada pertengahan 2025.
“Kami akan melakukan peninjauan sebelum Ramadan. Saat ini, kami masih menjalankan inspeksi di sektor lain, seperti pengelolaan limbah dan keamanan hotel. Setelah itu, proyek terowongan ini akan menjadi fokus utama kami,” tutupnya.
Penulis: Nisnun | Editor: Redaksi Eksistensi