Eksistensi.id, Samarinda — Meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kalimantan Timur dalam enam bulan terakhir menjadi sorotan serius Anggota DPRD Kaltim, Damayanti.
Ia mengingatkan bahwa wabah musiman seperti DBD semestinya tidak lagi mengejutkan dan harus diantisipasi lebih awal.
“Ini bukan penyakit baru. Setiap tahun selalu ada. Kenapa kita masih gagap menghadapi sesuatu yang sudah bisa diprediksi?” tegas Damayanti, Sabtu (21/6/25).
Berdasarkan laporan yang diterimanya, kasus DBD di Kaltim telah menembus angka seribu, dengan satu kasus meninggal dunia tercatat.
Menurut politisi Fraksi PKB itu, angka tersebut adalah alarm keras bagi semua pihak agar tidak meremehkan ancaman penyakit tropis yang selalu hadir saat transisi musim.
Damayanti menilai Dinas Kesehatan harus memperbaiki pola responsnya. Ia menyayangkan penanganan yang cenderung reaktif, baru bergerak ketika angka kasus meningkat, bukan saat risiko mulai teridentifikasi melalui perubahan cuaca.
“Perubahan iklim itu bisa dipantau. Kenapa tidak ada antisipasi lebih awal, padahal kita tahu DBD meningkat saat pergantian musim?” ujarnya.
Namun, Damayanti juga menekankan bahwa pengendalian DBD tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah. Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti merupakan kunci utama dalam menurunkan kasus.
“Ini tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah, provinsi, dan terutama masyarakat, harus ikut ambil peran. Jangan tunggu disemprot baru gerak bersih-bersih,” katanya.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak mengabaikan gerakan 3M Plus menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat penampungan air yang terbukti efektif sebagai langkah pencegahan dini.
“Edukasi dan kampanye 3M Plus tidak bisa hanya muncul saat kasus naik. Harus dilakukan sepanjang tahun, agar jadi kebiasaan,” tuturnya.
Damayanti berharap, melalui koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah dan masyarakat, DBD tidak lagi menjadi siklus tahunan yang terus menelan korban.
“Kita sudah punya pengalaman, sudah tahu polanya. Tinggal keseriusan kita bersama yang menentukan, nyawa masyarakat tidak boleh jadi korban kelalaian,” pungkasnya.(ADV DPRD KALTIM)
Penulis : Nurfa | Editor: Redaksi