Eksistensi.id, Samarinda – Sekretaris Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Nurhadi Saputra, mengingatkan agar peresmian Export Center Balikpapan tidak berhenti pada tataran simbolis. Menurutnya, fasilitas ini harus benar-benar berfungsi sebagai penggerak ekonomi rakyat, bukan sekadar bangunan baru yang dipamerkan.
“Institusi seperti ini harus hidup dan bekerja nyata untuk rakyat. Jangan hanya jadi seremoni,” tegas Nurhadi, Kamis (7/8/2025).
Ia menilai Export Center seharusnya menjadi pusat layanan terpadu bagi pelaku UMKM, mulai dari pelatihan keterampilan ekspor, pendampingan teknis, hingga membuka akses pasar luar negeri yang selama ini sulit dijangkau.
Dukungan tersebut, kata Nurhadi, penting agar UMKM Kaltim dapat naik kelas dan bersaing di pasar global.
Nurhadi menekankan, selama ini kebijakan ekspor lebih banyak menguntungkan korporasi besar, sementara UMKM sebagai tulang punggung ekonomi lokal belum mendapat ruang yang memadai.
Ia menegaskan, sudah saatnya produk olahan pangan lokal, kerajinan tangan, dan komoditas khas Kaltim mendapatkan peluang yang sama.
Untuk mewujudkan itu, ia mendorong adanya kolaborasi lintas sektor melibatkan perguruan tinggi, pelatihan vokasi, asosiasi UMKM, hingga lembaga pembiayaan agar tercipta ekosistem ekspor yang kuat dan berkelanjutan.
Nurhadi juga menilai riset pasar, pemetaan tren global, dan dukungan kebijakan logistik dari pemerintah adalah prasyarat penting. Tanpa itu, potensi besar yang dimiliki produk lokal hanya akan menjadi cerita.
“Kita tidak bisa terus bergantung pada migas. Ekonomi rakyat berbasis ekspor UMKM harus menjadi kekuatan utama Kaltim ke depan,” pungkasnya.(ADV)