Eksistensi.id, Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menegaskan bahwa kemajuan kota tidak bisa hanya ditopang pemerintah semata.
Menurutnya, seluruh elemen mulai dari legislatif, masyarakat, hingga pelaku usaha perlu terlibat aktif agar pembangunan berjalan berkesinambungan dan memberi manfaat bagi generasi mendatang.
Pernyataan ini disampaikan Deni menjelang momentum peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Sabtu (16/8/2025).
Ia menilai momen kemerdekaan bukan sekadar perayaan, melainkan ruang refleksi untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun Kota Samarinda.
“Peringatan kemerdekaan jangan hanya menjadi euforia. Ini saatnya kita bersama-sama membenahi kota agar semakin maju, sekaligus mendukung Kaltim maju,” ujarnya.
Deni menekankan, pembangunan kota harus diletakkan pada pondasi kebersamaan. Tanpa dukungan masyarakat luas dan sektor swasta, kerja pemerintah akan sulit maksimal.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada dukungan legislatif, masyarakat, pelaku usaha, dan semua pihak agar pembangunan benar-benar menyentuh kepentingan bersama,” jelasnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa arah pembangunan tidak boleh hanya berorientasi jangka pendek. Apa yang dikerjakan hari ini harus menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.
“Kita ingin anak cucu kita kelak bisa merasakan manfaat dari kerja keras yang kita lakukan saat ini. Itulah semangat pembangunan berkelanjutan yang harus kita jaga,” tegasnya.
Deni pun mengajak warga Samarinda menjadikan pembangunan sebagai tanggung jawab kolektif, bukan hanya pemerintah. Dengan keterlibatan bersama, cita-cita mewujudkan Samarinda Maju, Kaltim Maju akan lebih mudah dicapai.
“Ayo kita jadikan pembangunan kota ini sebagai tugas bersama. Bukan hanya untuk kita, tapi juga untuk masa depan anak cucu kita,” pungkasnya.(ADV)