Eksistensi.id.Samarinda: Keputusan sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Samarinda yang mewajibkan pembelian kalender kepada para siswa tengah menjadi sorotan publik.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sani Bin Husain, memberikan tanggapan tegas terhadap kebijakan tersebut, menegaskan bahwa bisnis tidak seharusnya mencampuri ranah pendidikan.
Ia menyoroti bahwa bisnis seharusnya tidak mencampuri tiga ruang penting dalam kehidupan manusia, yakni pendidikan, kesehatan, dan keagamaan.
“Kita sudah pahami bersama manusia tidak lepas dari kata bisnis, tapi kita minta bisnis jangan memasuki tiga ruang yaitu pendidikan, kesehatan jangan sampai RS jadi bisnis kemudian keagamaan,” ujar Sani (5/2/2024).
Sani menekankan ketidaksetujuannya terhadap kebijakan yang mengharuskan siswa membeli kalender secara langsung.
Menurutnya, siswa memiliki peran utama sebagai pelajar dan bukan sebagai konsumen.
“Terkait bisnis memasuki ruang pendidikan saya tidak setuju kalau mau buat seperti itu jual ke orang tua langsung jangan ke siswanya karena siswa tugasnya belajar bukan posisinya sebagai konsumen,” tegasnya.
Sani Bin Husain mengingatkan bahwa yang seharusnya diterima oleh siswa adalah ilmu, perhatian, dan pembinaan, bukan kewajiban membeli produk tertentu.
“Yang siswa boleh terima yaitu ilmu, perhatian, dan pembinaan,” tegas Sani.
Penulis Frida l editor eka mandiri