Foto Kabag Kesra Kukar, Dendi Irwan Fahriza
Eksistensi.id.Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan seluruh calon penerima beasiswa Kukar Idaman yang lolos verifikasi tetap difasilitasi, meski jumlahnya melebihi kuota awal.
Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Kukar, Dendi Irwan Fahriza, menjelaskan sejak diumumkan pada 20 Januari 2025, kuota penerima beasiswa ditetapkan sebanyak 1.347 orang sesuai APBD 2025. Namun, hasil verifikasi menunjukkan jumlah penerima yang memenuhi syarat mencapai sekitar 4.500 orang.
“Kalau di aplikasi statusnya sudah lolos, berarti mereka memenuhi semua persyaratan. Maka diambil kebijakan untuk memfasilitasi seluruhnya, walaupun kuota awal sesuai APBD tetap 1.347,” ujarnya pada Kamis (14/8/2025).
Membengkaknya jumlah penerima di luar target awal membuat besaran bantuan di setiap kategori menyesuaikan. Beasiswa D4/S1 misalnya, dari Rp5 juta per penerima menjadi Rp1,6 juta. Penyesuaian juga berlaku untuk kategori lain seperti pondok pesantren, S2, S3, dan SMA sederajat. Dendi menegaskan penurunan nominal bukan akibat pemangkasan anggaran pendidikan.
“Dana beasiswa tidak terkena efisiensi maupun rasionalisasi. Anggarannya tetap sesuai APBD dengan kuota 1.347 orang. Tidak ada pemotongan,” tegasnya.
Tingginya jumlah penerima terjadi karena besarnya minat pendaftar, yakni sekitar 9.000 orang. Setelah verifikasi berlapis mulai dari pemeriksaan dokumen hingga pengecekan lapangan, tercatat 3.954 orang memenuhi syarat sepenuhnya.
“Kalau semua syarat terpenuhi, tim tidak bisa menggugurkan atau membatalkan. Kalau kami nyatakan ‘tidak lolos’ padahal syarat lengkap, pasti akan menimbulkan pro-kontra,” jelas Dendi.
Ia mengakui kebijakan ini membuat anggaran terbagi lebih tipis di setiap penerima. Namun, langkah tersebut dinilai sebagai bentuk keadilan bagi semua peserta yang telah memenuhi ketentuan.
Ke depan, Pemkab Kukar akan melakukan pembenahan mekanisme penetapan kuota dan besaran beasiswa.
“Kami akan mengevaluasi di tingkat tim beasiswa dan pimpinan, menyesuaikan anggaran, dan menyelaraskan target dengan RPJMD agar ke depan lebih terukur,” pungkasnya.(adv)