Eksistensi.id, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) kembali menguatkan komitmen dalam memastikan tata kelola Program Pendidikan Gratis Berkelanjutan (GratisPol) berjalan sesuai aturan.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa seluruh proses penyaluran dana bantuan pendidikan harus dijalankan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Rudy menyebut GratisPol sebagai fondasi utama dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di Kaltim, terutama menghadapi perubahan dan tantangan baru seiring pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Karena itu, menurutnya, setiap pihak yang terlibat wajib menjaga integritas dalam pengelolaan dana publik tersebut.
“Setiap rupiah dana pendidikan harus dipertanggungjawabkan. Tidak boleh ada celah penyimpangan. Administrasi harus rapi, verifikasi harus ketat, dan semua proses harus bisa diaudit,” tegas Rudy pada Kamis (27/11/2025).
Gubernur menekankan bahwa GratisPol bukan sekadar program bantuan biaya kuliah, melainkan instrumen strategis yang diharapkan mampu mengakselerasi peningkatan kualitas pendidikan di Kaltim.
Ia menolak menjadikan program ini sebagai kebijakan populis tanpa pengawasan.
Dalam pelaksanaannya, perguruan tinggi memegang peran penting untuk memastikan ketepatan penerima manfaat.
Rudy menjelaskan bahwa kampus merupakan pihak yang paling memahami kondisi mahasiswa sehingga harus menjaga objektivitas dalam pengusulan peserta.
Tahun ini, sebanyak 32.853 mahasiswa ditargetkan menjadi penerima bantuan. Besarnya jumlah tersebut menjadi alasan pemerintah memperketat sistem verifikasi dan penyaluran.
Hingga saat ini, Pemprov Kaltim telah mengucurkan Rp44,15 miliar kepada tujuh perguruan tinggi yang memenuhi persyaratan administrasi lebih awal.
“Kami mengharapkan seluruh PTS segera melengkapi dokumen yang dibutuhkan. Setelah itu, Biro Kesejahteraan Rakyat akan memprosesnya dan BPKAD akan melakukan verifikasi sebagai bagian dari mekanisme hibah daerah,” ujarnya.
Selain menyampaikan arahan teknis, Gubernur Rudy memberikan apresiasi kepada mahasiswa penerima bantuan.
Ia mengingatkan bahwa status sebagai penerima GratisPol membawa amanah besar, baik kepada diri sendiri maupun terhadap masa depan Kaltim.
“Kalian adalah harapan generasi mendatang. Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan tetap ingat perjuangan orang tua serta ekspektasi masyarakat,” pesannya.
Gubernur juga menyampaikan penghargaan kepada pimpinan perguruan tinggi yang selama ini menjaga sinergi dengan pemerintah.
Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan kampus adalah modal utama dalam menjaga keberlangsungan dan kualitas Program GratisPol.
“Penyaluran bantuan pendidikan ini adalah bagian dari komitmen Pemprov Kaltim dalam membangun manusia Kaltim yang siap bersaing, terutama memasuki era IKN,” tutup Rudy.
(Adv/DprdKaltim/Ca)








Users Today : 473
Users Yesterday : 982
Views Today : 1283
Total views : 444939
Who's Online : 3
