Eksistensi.id, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (pemrov Kaltim) menyiapkan penjadwalan ulang serta penambahan sesi pelayanan vaksin serviks setelah terjadi lonjakan pendaftar pada gelombang sebelumnya. Peningkatan minat masyarakat ini membuat kapasitas layanan tak mampu mengimbangi jumlah permintaan yang masuk.
Lonjakan terjadi saat kuota yang disediakan untuk 250 peserta langsung terisi, sementara pendaftar yang tercatat melampaui 300 orang. Situasi ini mendorong pemerintah daerah mengambil langkah penyesuaian agar proses vaksinasi tidak terhenti dan seluruh peserta tetap memperoleh hak layanannya.
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa pemerintah telah mengajukan tambahan pasokan vaksin kepada pemerintah pusat. Langkah ini diperlukan karena ketersediaan dosis di daerah sepenuhnya bergantung pada distribusi nasional.
“Jumlah pendaftar kemarin melebihi kapasitas, sehingga kami harus menambah jadwal layanan,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).
Sri menambahkan, tingginya minat masyarakat tidak terlepas dari adanya subsidi pemerintah pusat yang membuat biaya vaksin lebih terjangkau. Peserta hanya perlu membayar Rp299 ribu, jauh di bawah harga vaksin sebenarnya.
Pemprov Kaltim memastikan proses vaksinasi tetap berjalan tanpa menimbulkan antrean panjang maupun penundaan layanan.
“Begitu tambahan dosis diterima, jadwal berikutnya langsung dibuka,” tegas Sri.(ADV/red/ta)









Users Today : 253
Users Yesterday : 982
Views Today : 528
Total views : 444184
Who's Online : 7
