Eksistensi.id, Samarinda — DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menyoroti lambannya perbaikan fender Jembatan Mahakam I yang hingga pertengahan November 2025 belum menunjukkan perkembangan nyata.
Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, menegaskan bahwa progres yang stagnan ini sudah jauh dari komitmen perusahaan.
“Kami sudah menerima laporan bahwa rekanan telah ditunjuk, tetapi pergerakannya masih sangat lambat,” ujar Sabaruddin, Rabu (19/11/2025).
Ia menambahkan bahwa perusahaan sempat berdalih terkait cuaca dan proses lelang internal, namun alasan tersebut tidak dapat menjadi pembenar keterlambatan.
Kerusakan fender terjadi akibat dua insiden. Pertama, pada 16 Februari 2025, tongkang bermuatan kayu milik PT Pelayaran Mitra Tujuh Samudera (PMTS) menabrak pilar jembatan dan merusak pelindung fender. Dua bulan kemudian, 26 April 2025, Kapal Liberty 7 yang menarik tongkang batubara juga mengalami putus tali tambat saat menunggu pengolongan, sehingga memperparah kerusakan.
Pemerintah telah menetapkan bahwa PMTS wajib membangun ulang fender, baik melalui pengerjaan langsung maupun melalui penyerahan biaya kepada pemerintah. PMTS memilih mengerjakan sendiri, namun progres di lapangan nyaris tidak terlihat.
DPRD berencana kembali memanggil PMTS dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) untuk meminta penjelasan teknis serta kepastian jadwal perbaikan.
“Kami butuh realisasi yang konkret,” tegas Sabaruddin.(ADV/red/ta)









Users Today : 587
Users Yesterday : 982
Views Today : 1853
Total views : 445509
Who's Online : 3
