Eksistensi.id, Samarinda – Aspirasi masyarakat Kalimantan Timur yang terhimpun melalui reses masih didominasi persoalan infrastruktur, layanan dasar, dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Gerindra, Sabaruddin Panrecalle, saat memaparkan laporan reses dalam Rapat Paripurna ke-28 DPRD Kaltim, Senin (4/8/2025).
Menurut Sabaruddin, infrastruktur jalan dan jembatan menjadi permintaan paling mendesak dari masyarakat.
“Peningkatan jalan antar daerah, pembangunan jembatan, dan perbaikan jalan usaha tani adalah permintaan utama. Ini sangat penting untuk memperlancar mobilitas dan distribusi hasil pertanian,” ujarnya.
Selain itu, kebutuhan air bersih dan kelistrikan juga menjadi perhatian serius.
Ia menekankan pentingnya normalisasi sungai, penambahan jalur pipa air bersih, dan pembangunan turap untuk mencegah banjir sekaligus menjamin ketersediaan air bersih yang layak.
Di bidang pendidikan, Sabaruddin menyoroti perlunya renovasi gedung sekolah, perbaikan ruang belajar, serta sosialisasi program Gratispoll secara lebih intensif agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Untuk sektor kesehatan, aspirasi masyarakat mengarah pada pemerataan layanan serta pengadaan fasilitas kesehatan seperti puskesmas di wilayah yang belum terjangkau.
Sektor pertanian, perikanan, dan peternakan juga membutuhkan dukungan, mulai dari percetakan sawah baru, perbaikan saluran irigasi, hingga bantuan pupuk dan bibit bagi petani dan peternak.
“Kami juga menerima aspirasi terkait pembangunan sarana ibadah dan penguatan UMKM, baik dalam bentuk permodalan maupun pembinaan, agar daya saing usaha kecil semakin meningkat,” tambahnya.
Sabaruddin menegaskan, Fraksi Gerindra mendorong agar Pemerintah Provinsi Kaltim mengakomodasi seluruh kebutuhan masyarakat yang bersifat mendasar namun krusial bagi peningkatan kesejahteraan.
“Hasil reses ini adalah suara langsung masyarakat. Harapannya, pemerintah dapat menjadikannya prioritas dalam perencanaan pembangunan,” tutupnya.(ADV)